Pemkot Jogja Kaji Kemungkinan Pengunjung Malioboro Wajib Sudah Divaksin

Wisatawan sedang berjalan di kawasan Malioboro, Kota Jogja, pada Jumat (25/12/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
03 Agustus 2021 18:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sedang mengkaji kebijakan pengunjung Malioboro perlu menunjukkan tanda sudah divaksin Covid-19. Wacana ini termasuk menyikapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Menurut Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, secara garis besar Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menati peraturan Pemerintah Pusat terkait PPKM. Namun perlu ada kearifan lokal dengan memberi kelonggaran pada aktivitas ekonomi.

"Contohnya di Malioboro, sebagaimana kita ketahui di sana pelaku usahanya sudah tervaksin semua. Makanya bisa kami berikan sedikit kelonggaran. Bagi yang belum vaksin, kami minta menyesuaikan," kata Haryadi, Selasa (3/8/2021).

BACA JUGA: Covid-19 DIY Bertambah 1.445 Kasus

Ke depan akan ada pemasangan tulisan apabila pelaku usaha di Malioboro sudah vaksin semua. Sehingga untuk pengunjung yang ingin memasuki Malioboro, perlu juga menunjukkan kartu vaksin. Adapun pengecekan kartu vaksin pengunjung dengan metode sampling.

Bagi pengunjung yang belum vaksin, Pemkot Jogja memberi solusi untuk vaksin terlebih dulu. Vaksin bisa di tempat terdekat yang sedang mengadakan vaksin. Contohnya di kantor kemantren atau lainnya. Terlebih Kota Jogja juga sedang gencar menggalakkann vaksin. Dengan kebijakan ini, maka pengunjung Malioboro tidak hanya taat 5M, tapi juga sudah vaksin.

"Warga dan pedagang di Malioboro harus tervaksin semua. Saat pengunjung masuk, kalau dulu dicek terkait 5M, sekarang lebih ke sudah vaksin atau belum. Tapi sekali lagi, kami harus cari solusi, untuk yang belum tervaksin itu," kata Haryadi.

Sementara untuk kebijakan lain selama PPKM Level 4 seperti penyekatan jalan dan beragam pembatasan, Pemkot Jogja akan melakukan kajian terlebih dahulu. "Itu sedang dikaji. Tapi, yang jelas, poin utama kami adalah vaksinasi, itu yang kami prioritaskan. Malioboro kawasan bervaksin menjadi kajian utama," kata Haryadi.