Sultan Berharap Seluruh Wilayah DIY Bisa Masuk PPKM Level 3

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
05 Agustus 2021 12:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwpno X, berharap setelah perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 sampai 9 Agustus mendatang, seluruh wilayah di DIY bisa masuk PPKM Level 3.

“Selama masa perpanjangan PPKM hingga 9 Agustus 2021 nanti diharapkan seluruh wilayah bisa memasuki status level 3 sehingga bisa diwujudkan pelonggaran aturan, terutama di tingkat ekonomi rakyat dan sektor produktif berorientasi ekspor,” kata Sultan dalam sambutannya saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 10 pejabat eselon II di Pendopo Kompleks Kepatihan, Kamis (5/8/2021).

BACA JUGA : Kasus Covid-19 DIY Meroket, Sultan HB X: Masyarakat

Sultan mengatakan harapan semua wilayah DIY masuk PPKM Level 3 akan terwujud apabila didukung oleh kerjasama antar organisasi perangkat daerah (OPD) dalam sebuah tim yang terpadu, bukan lagi bersikap parsial dan berkukuh pada ego sektoral.

Dalam kesempatan tersebut Raja Kraton Kasultanan Ngayogyakarta ini juga mengapresiasi Gerakan Bangkit Indonesia yang dimaklumatkan berbagai elemen masyarakat. Gerakan tersebut mengingatkan memori ketika berjuang bersama menghadapi pageblug maupun mempertahankan NKRI, maupun saat bangkit dari dampak bencana alam beruntun yang menerpa rakyat DIY.

“Untuk itu kita harus bekerja lebih keras lagi dalam menghadapi pandemi secara bersama-sama,” ujar Sultan.

Selain itu Sultan juga menyamapikan bahwa dengan status kesitimewaan DIY, setiap pejabat menyandang misi dan tanggung jawab luar biasa. Bukan sekedar bekerja, “Jika setiap pejabat baru bekerja rutin tanpa semangat akselerasi dan pembaharuan, maka birokrasi akan stagnan,” ujar Sultan.

BACA JUGA : Jogja Batal Lockdown, Sri Sultan HB X: Saya Enggak Kuat

Terlebih tantangan peradaban baru era new normal demikian kompleks penuh perubahan fundamental. Apabila para pejabat bersikap apa adanya bisa jadi akan tertinggal oleh perubahan itu sendiri. Pejabat diminta terus beradaptasi menghadapi tuntutan zaman. Konsekuensinya, cara berpikir dan bersikap harus diubah sejak dini.