Kasus Covid-19 DIY Meroket, Sultan HB X: Masyarakat Jangan Menganggap Enteng

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). - Ist/ Dok Humas Pemda DIY.
21 Juni 2021 08:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono meminta masyarakat untuk tidak menganggap enteng adanya lonjakan kasus Covid-19. Masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas.

Sultan HB X mengakui angka tersebut merupakan angka tertinggi penambahan kasus selama pandemi Covid-19 terjadi di DIY. Selain itu, Rukun Tetangga (RT) yang berada di zona merah juga bertambah dari empat RT menjadi 19 RT dan yang berada di zona oranye mencapai 61 RT. kenaikan kasus positif tidak hanya di DIY namun juga terjadi di provinsi lain di Indonesia.

BACA JUGA : Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di DIY Terus Menurun

“Sebagian besar [naik], kira-kira 30 provinsi yang naik, semuanya naik. Bagaimana kita mencoba masing-masing daerah memperketat kondisi yang ada,” kata Sultan, seusai mengikuti rapat terbatas tentang Penanganan Covid-19 melalui daring bersama sejumlah menteri dan para gubernur di Kompleks Kepatihan, Minggu (20/6/2021). 

Sultan juga meminta masyarakat untuk kooperatif dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.  “Tanpa kesadaran itu kita tidak bisa menurunkan dengan baik. Setelah turun, naik lagi. Ini tergantung kita-kita sendiri [individu]. Kami [pemerintah] bisanya mengambil kebijakan mengkonsolidasikan potensi fasilitas kesehatan. Tetapi kalau masyarakat menganggap enteng ya kita kesulitan cegah penularan,” ujarnya.

Pemda DIY akan memaksimalkan ketesediaan bed atau tempat tidur khusus pasien Covid-19 dan menambah tenaga kesehatan (nakes) untuk mengatasi peningkatan kasus Covid-19. Sampai saat ini kasus Covid-19 di Bumi Mataram terus naik, bahkan per Minggu (20/6) sebanyak 665 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak pandemi melanda DIY Maret 2020 lalu.

Sultan mengatakan penambahan kasus positif tersebut turut berdampak pada tingkat keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat tidur baik isolasi maupun ICU di rumah sakit rujukan khusus Covid-19.

BACA JUGA : Kasus Positif Covid-19 di Bantul Tambah 360 Orang, Paling Banyak di Banguntapan

“Jadi, tadi juga sudah disampaikan oleh Menteri Kesehatan, updatenya, BOR itu 75%. Tapi dari kondisi tadi pagi, itu berubah. Setelah perkembangan kita ada di angka 65,44%. Kenapa turun? Karena dari kondisi jumlah bed, yang tadinya 941, dengan kenaikan yang ada, sekarang bed yang ada menjadi 1.224 bed, sudah tambah 30% bed yang ada di khusus untuk Covid. Khususnya di RSUP Sardjito dan Hardjolukito,” kata Sultan.

Lebih lanjut Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menekankan bahwa pada instruksi terakhir Nomor 15/INSTR/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dikeluarkan tanggal 15 Juni, lalu, benar-benar disadari dan dilaksanakan masyarakat. PPKM mikro tersebut diakui Sultan semakin mengetati mobilitas masyarakat di setiap kelurahan.