Desil Berapa yang Bisa Diusulkan Menerima Bansos Oktober 2026?
Cek kategori desil DTSEN untuk usulan PKH, Program Sembako, dan PBI-JK. Simak cara memeriksa serta memperbarui data bansos.
Petani bawang merah di Nawungan, Selopamioro, Imogiri berjalan melewati sawah mereka, Kamis (4/8/2021). /Harian Jogja-Jumali.
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah petani bawang merah di Nawungan, Selopamioro, Imogiri, mengaku resah menyusul belum diterimanya uang dari pihak ketiga yang membeli hasil pertanian mereka pada Mei lalu.
Padahal, keberadaan uang senilai total Rp340 juta untuk 30 petani tersebut sangat diperlukan sebagai persiapan untuk menanam bawang merah kembali. Selain itu, uang itu diperlukan untuk membayar sejumlah cicilan dan hutang.
BACA JUGA : Panen Bawang Merah di Bantul Meningkat, Petani Gembira
Dukuh Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Jurianto mengatakan, selama ini petani di wilayahnya memang sering mengalami kendala dalam hal pemasaran. Selain itu, petani juga sering mendapatkan kerugian dengan keberadaan tengkulak nakal yang selalu mengaku rugi sehingga tidak membayarkan sisa uang pembelian kepada petani.
Sementara saat panen raya, Mei lalu, datanglah pedagang besar dan menjanjikan akan membantu petani dengan jalan membeli bawang merah. “Namun dalam perkembangannya, mereka tidak membayarkan semua. Awalnya petani dibayar Rp70 juta, dan masih ada sisa kekurangan sekitar Rp340 juta untuk 30 petani. Sampai saat ini, belum juga dibayarkan,” kata Jurianto, Kamis (5/8/2021).
Dengan persoalan ini, Jurianto menambahkan, petani telah berusaha agar uang senilai Rp340 juta bisa segera dicairkan. Salah satunya adalah dengan menggelar mediasi dengan melibatkan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul.
“Sudah satu bulan lebih namun belum juga dibayar. Padahal, kan mereka butuh uang itu secepatnya untuk membayar cicilan yang jatuh tempo,” terang Jurianto.
BACA JUGA : Benih Bawang Merah Lokal Bantul Jenis Tiron Dikabarkan
Jurianto berharap, pembayaran pembelian bawang merah pada bulan Mei tersebut bisa dibayarkan dalam waktu dekat. Sebab, petani saat ini sudah sangat kesulitan. “Karena sudah dikejar-kejar cicilan yang jatuh tempo. Selain itu, dana itu kan dibutuhkan petani, apalagi saat ini PPKM,” jelasnya.
Kepala DP2KP Bantul Yus Warseno mengakui telah mengetahui perihal masalah yang dihadapi oleh petani di Nawungan. Dari hasil mediasi, dipastikan kekurangan pembayaran pembelian bawang merah akan dibayarkan pekan ini.
“Jadi tetap akan dibayarkan. Minggu ini akan diselesaikan,” terang Yus Warseno.
Agar persoalan yang sama tidak terjadi, Yus meminta kepada petani untuk menerapkan pola pembayaran cash on delivery (COD). “Jadi ada barang, ada uang. Agar tidak ada kendala seperti ini lagi,” ucap Yus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek kategori desil DTSEN untuk usulan PKH, Program Sembako, dan PBI-JK. Simak cara memeriksa serta memperbarui data bansos.
Topan Champi memicu penutupan aktivitas di Taiwan. Lebih dari 600 penerbangan dibatalkan, 1.300 warga dievakuasi, dan hujan lebat mengancam.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menjajaki potensi kerjasama dengan Meksiko di bidang pendidikan dan seni budaya. Kerjasama ini di antaranya
Argentina menempati posisi teratas negara dengan saldo pinjaman IMF terbesar pada 2026. Simak daftar 10 negara dan posisi Indonesia.
Lewis Hamilton menyerukan perdamaian bagi Kongo, Sudan, Suriah, dan Palestina di tengah rencana F1 kembali ke Afrika melalui Rwanda.
enazah perempuan berusia 29 tahun asal Magelang ditemukan di Pantai Krakal, Gunungkidul. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.