PSS Sleman Kalah Dramatis di Final, Rekor Kandang Akhirnya Pecah
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Udin, salah seorang petani bawang merah di Desa Srigadin, Sanden, menyirami tanaman bawang merah yang dimiliki, Rabu (25/7/2018). Penyiraman rutin dilakukan agar tanaman dapat tumbuh subur sehingga panen dapat lebih maksimal./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Benih bawang merah lokal di pesisir selatan Bantul kini dikabarkan telah hilang digantikan benih bawang dari luar.
Salah satu petani bawang merah di Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Purwanto menuturkan susahnya mencari benih bawang merah lokal Tiron. Padahal benih lokal ini punya keunggulan. Meski hasilnya lebih sedikit ketimbang jenis benih bawang dari Thailand, tapi warna, rasa, dan aroma benih lokal jauh lebih bagus. "Panennya, jumlah tonnya memang lebih sedikit, cuma ketahanan terhadap cuacanya kuat benih bawang merah lokal," ujarnya pada Selasa (9/3/2021).
Dari segi harga, selisih harga benih lokal dan benih Thailand pun cukup mencolok. Purwanto menjelaskan benih lokal paling dipatok kurang dari Rp30.000 per kilogram. Sementara benih bawang merah Thailand saat ini harganya telah mencapai Rp43.000 per kilogram. Harga benih bawang merah Thailand saat ini memang tengah naik-naiknya. "Biasanya Rp32.000 per kilogram," tuturnya.
Purwanto sangat menyayangkan hilangnya jenis lokal Tiron. Menurutnya, hal itu terjadi karena petani yang mungkin belum mampu melestarikan benih bawang merah lokal. Benih yang sering dipakai saat ini, benih bawang merah Thailand didatangkan juga dari luar Bantul yakni dari Nganjuk, Jawa Timur. Kendati mahal, Purwanto tetap membeli benih tersebut agar hasil panenan sesuai yang diharapkannya.
BACA JUGA: Ini Alasan Mahfud MD Tak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Tewasnya 6 FPI
Harga benih bawang merah yang begitu tinggi membuat modal usaha budidaya yang dikeluarkan pun ikut membengkak. Menurut Purwanto, dengan harga benih Rp40.000-43.000 per kilogram paling tidak harga jual yang menguntungkan saat panen kelak harus di harga minimal Rp15.000 per kilogram. "Kalau pas panen harganya Rp8000 jelas tombok. Harga Rp10.000 ngepres. Paling tidak ya Rp15.000, artinya petani dapat untung, pedagang juga dapat untung," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.