Produktivitas Panen Jagung di Bantul Mencapai 9 Ton per Hektare

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 19 November 2024 09:37 WIB
Produktivitas Panen Jagung di Bantul Mencapai 9 Ton per Hektare

Panen jagung di Celep, Srigading, Sanden, Bantul. - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, BANTULPetani jagung di Bantul mulai panen dengan jumlah rerata sembilan ton per hektare. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengaku tidak ada kendala selama masa panen jagung tersebut.

"Sekarang petani mulai panen jagung, tidak ada kendala [panen jagung]," kata Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Senin (18/11/2024).

Panen kali ini tidak ada kendala. Selama masa panen ini Joko mengaku tidak ada hama yang menyerang tanaman jagung. Dia pun memastikan tidak ada petani jagung yang gagal panen.

Pada masa tanam jagung kali ini, luas tanam jagung di Bantul mencapai 3.923 hektare.

Jumlah tersebut terdiri luas tanam di lahan sawah tadah hujan mencapai 210 hektare, dan di lahan sawah mencapai 3.713 hektare. Sementara luas panen lahan sawah tadah hujan mencapai 210 hektare, dan luas panen lahan sawah mencapai 2.915 hektare.

Joko menuturkan, pada masa tanam ini, produktivitas jagung dinilai stabil. "Produktivitasnya [jagung] sekitar delapan hingga sembilan ton per hektare," katanya.

BACA JUGA: Cegah Kejahatan Jalanan, Polres Gunungkidul Berencana Pasang CCTV di Sejumlah Lokasi

Menurut Joko, sebagian besar petani jagung telah bekerjasama dengan pihak lain untuk menyalurkan jagung yang diproduksi.

"Kebanyakan kemitraan [penyaluran hasil produksi jagung], sehingga harga sudah dikontrak di awal," katanya.

Berbeda dengan wilayah lain, Lurah Selopamioro, Sugeng menyampaikan petani lahan sawah tadah hujan di wilayahnya baru menanam jagung. Penanaman tersebut diperkirakan akan panen sekitar dua hingga tiga bulan kemudian.

Hasil produksi jagung di wilayahnya dimanfaatkan untuk konsumsi warga setempat.

"Kami [penjualan jagung] tidak menjalin kerjasama dengan penebas jagung, kalau hujan betul betul deras,  nanti [lahan sawah tadah hujan] digunakan untuk tanam padi," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online