Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Panen jagung di Celep, Srigading, Sanden, Bantul. - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Petani jagung di Bantul mulai panen dengan jumlah rerata sembilan ton per hektare. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengaku tidak ada kendala selama masa panen jagung tersebut.
"Sekarang petani mulai panen jagung, tidak ada kendala [panen jagung]," kata Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Senin (18/11/2024).
Panen kali ini tidak ada kendala. Selama masa panen ini Joko mengaku tidak ada hama yang menyerang tanaman jagung. Dia pun memastikan tidak ada petani jagung yang gagal panen.
Pada masa tanam jagung kali ini, luas tanam jagung di Bantul mencapai 3.923 hektare.
Jumlah tersebut terdiri luas tanam di lahan sawah tadah hujan mencapai 210 hektare, dan di lahan sawah mencapai 3.713 hektare. Sementara luas panen lahan sawah tadah hujan mencapai 210 hektare, dan luas panen lahan sawah mencapai 2.915 hektare.
Joko menuturkan, pada masa tanam ini, produktivitas jagung dinilai stabil. "Produktivitasnya [jagung] sekitar delapan hingga sembilan ton per hektare," katanya.
BACA JUGA: Cegah Kejahatan Jalanan, Polres Gunungkidul Berencana Pasang CCTV di Sejumlah Lokasi
Menurut Joko, sebagian besar petani jagung telah bekerjasama dengan pihak lain untuk menyalurkan jagung yang diproduksi.
"Kebanyakan kemitraan [penyaluran hasil produksi jagung], sehingga harga sudah dikontrak di awal," katanya.
Berbeda dengan wilayah lain, Lurah Selopamioro, Sugeng menyampaikan petani lahan sawah tadah hujan di wilayahnya baru menanam jagung. Penanaman tersebut diperkirakan akan panen sekitar dua hingga tiga bulan kemudian.
Hasil produksi jagung di wilayahnya dimanfaatkan untuk konsumsi warga setempat.
"Kami [penjualan jagung] tidak menjalin kerjasama dengan penebas jagung, kalau hujan betul betul deras, nanti [lahan sawah tadah hujan] digunakan untuk tanam padi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.