Ratusan Juta Hasil Panen Bawang Merah Petani Bantul belum Dibayar Pengusaha

Udin, salah seorang petani bawang merah di Desa Srigadin, Sanden, menyirami tanaman bawang merah yang dimiliki, Rabu (25/7/2018). Penyiraman rutin dilakukan agar tanaman dapat tumbuh subur sehingga panen dapat lebih maksimal. - Harian Jogja/David Kurniawan
06 Agustus 2021 15:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo memanggil Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul Yus Warseno, menyusul belum dibayarkannya uang senilai Rp340 juta dari pihak ketiga kepada petani bawang merah di Nawungan, Selopamioro, Imogiri.

Pemanggilan ini dilakukan untuk memastikan uang tersebut dibayarkan kepada petani bawang merah.

"Karena uang Rp340 juta itu besar bagi petani. Apalagi mereka selama ini meminjam kepada bank untuk modal penanaman bawang merah," kata Joko, Jumat (6/8/2021).

Joko menambahkan, dirinya ingin memastikan jika kekurangan bayar hasil panen bawang merah segera dibayarkan. "Jangan sampai mereka merugi," tandas Joko.

Sebelumnya, Kepala DP2KP Bantul Yus Warseno mengatakan telah melakukan mediasi antara pihak ketiga dengan petani Nawungan.

Dari hasil mediasi, dipastikan kekurangan pembayaran pembelian bawang merah akan dibayarkan pekan ini. “Jadi tetap akan dibayarkan. Minggu ini akan diselesaikan,” terang Yus Warseno.

Sementara Dukuh Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Jurianto mengatakan, selama ini petani di wilayahnya memang sering mengalami kendala dalam hal pemasaran. Selain itu, petani juga sering mendapatkan kerugian dengan keberadaan tengkulak nakal yang selalu mengaku rugi sehingga tidak membayarkan sisa uang pembelian kepada petani.

Sementara saat panen raya, Mei lalu, datanglah pedagang besar dan menjanjikan akan membantu petani dengan jalan membeli bawang merah. “Namun dalam perkembangannya, mereka tidak membayarkan semua. Awalnya petani dibayar Rp70 juta, dan masih ada sisa kekurangan sekitar Rp340 juta untuk 30 petani. Sampai saat ini, belum juga dibayarkan,” katanya.

BACA JUGA: Dinar Candy Keluar dari Kantor Polisi, Kondisinya Malah Makin Stress

Dengan persoalan ini, Jurianto menambahkan, petani telah berusaha agar uang senilai Rp340 juta bisa segera dicairkan. Salah satunya adalah dengan menggelar mediasi dengan melibatkan DP2KP Bantul.

“Sudah satu bulan lebih namun belum juga dibayar. Padahal, kan mereka butuh uang itu secepatnya untuk membayar cicilan yang jatuh tempo,” terang Jurianto.

Jurianto berharap, pembayaran pembelian bawang merah pada bulan Mei tersebut bisa dibayarkan dalam waktu dekat. Sebab, petani saat ini sudah sangat kesulitan. “Karena sudah dikejar-kejar cicilan yang jatuh tempo. Selain itu, dana itu kan dibutuhkan petani, apalagi saat ini PPKM,” jelasnya.