Terungkap! Ini Identitas Pihak Ketiga yang Tak Bayar Hasil Panen Petani Nawungan

Udin, salah seorang petani bawang merah di Desa Srigadin, Sanden, menyirami tanaman bawang merah yang dimiliki, Rabu (25/7/2018). Penyiraman rutin dilakukan agar tanaman dapat tumbuh subur sehingga panen dapat lebih maksimal. - Harian Jogja/David Kurniawan
08 Agustus 2021 16:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Teka teki pihak ketiga yang membeli panen bawang merah dan belum membayarkan uang senilai Rp340 juta kepada petani Nawungan akhirnya terungkap.

Pihak ketiga yang merupakan sebuah koperasi merupakan rekanan dan sengaja diperkenalkan oleh Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul.

"Iya, dibawa oleh Dinas. Dan diperkenalkan ke kami di sekolah lapangan. Dan, sampai saat ini memang belum dibayar. Tasih semoyo [beralasan]," kata Ketua  Kelompok Tani   Lestari Mulyo Dusun Nawungan 1 Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri, Bantul, Juwari, Minggu (8/8/2021).

BACA JUGA : Penjualan Hasil Panen Tak Dibayar, Petani Bawang Merah

Bahkan, kata Juwari, pihak ketiga tersebut justru tidak datang saat dilakukan mediasi antara petani dengan pihak ketiga yang dilakukan oleh DP2KP.

"Malah mblenjani. Terakhir kali itu, enggak datang mereka. Padahal banyak anggota saya yang hasil panennya dibeli mereka," jelasnya.

Lebih lanjut Juwari mengungkapkan, awalnya pihak ketiga tersebut oleh DP2KP hanya akan dikenalkan kepada pengurus kelompok tani. Namun, Juwari enggan jika hal tersebut dilakukan.

"Awalnya dari pihak ketiga itu hanya mau ketemu dengan saya dan pak dukuh, tapi saya enggak mau. Akhirnya semua mendengarkan perkataan mereka dari awal sampai akhir, dengan janji mereka. Masalahe le kempuen itu [terlalu manis janjinya]. Akhirnya ada yang mau dan ada yang enggak mau," tandas Juwari.

Terpisah Kepala DP2KP Yus Warseno dikonfirnasi tidak bisa. Beberapa kali usaha koran ini menghubungi tidak diangkat. Padahal sebelumnya, Yus menyatakan jika telah melakukan mediasi  antara pihak ketiga dengan petani Nawungan.

Dari hasil mediasi, dipastikan kekurangan pembayaran pembelian bawang merah akan dibayarkan pekan ini. “Jadi tetap akan dibayarkan. Minggu ini akan diselesaikan,” terang Yus Warseno.

Sementara Dukuh Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Jurianto mengatakan, selama ini petani di wilayahnya memang sering mengalami kendala dalam hal pemasaran. Selain itu, petani juga sering mendapatkan kerugian dengan keberadaan tengkulak nakal yang selalu mengaku rugi sehingga tidak membayarkan sisa uang pembelian kepada petani.

Sementara saat panen raya, Mei lalu, datanglah pedagang besar dan menjanjikan akan membantu petani dengan jalan membeli bawang merah. “Namun dalam perkembangannya, mereka tidak membayarkan semua. Awalnya petani dibayar Rp70 juta, dan masih ada sisa kekurangan sekitar Rp340 juta untuk 30 petani. Sampai saat ini, belum juga dibayarkan,” katanya.

BACA JUGA : Ratusan Juta Hasil Panen Bawang Merah Petani Bantul

Dengan persoalan ini, Jurianto menambahkan, petani telah berusaha agar uang senilai Rp340 juta bisa segera dicairkan. Salah satunya adalah dengan menggelar mediasi dengan melibatkan DP2KP Bantul.

“Sudah satu bulan lebih namun belum juga dibayar. Padahal, kan mereka butuh uang itu secepatnya untuk membayar cicilan yang jatuh tempo,” terang Jurianto.