Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Serap 650 Pekerja
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Jajaran senat UII saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Milad ke-76 UII, di Auditorium Prof. Kahar Mudzakkir, Kompleks Kampus Terpadu UII, Kamis (4/4/2019)./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JOGJA--Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta meraih akreditasi unggul pada reakreditasi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
"UII merasa bersyukur bahwa ikhtiar kolektif yang selama ini dilakukan itu diapresiasi oleh lembaga eksternal. Dalam hal ini adalah akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang telah memberikan predikat unggul ke Universitas Islam Indonesia," kata Rektor UII Fathul Wahid melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin (9/8/2021).
Akreditasi unggul yang diraih UII dibuktikan melalui Surat Keputusan BAN-PT No. 705/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/VIII/2021.
Berdasarkan tingkatannya, ada tiga level akreditasi yakni A, B, dan C. Ketiga tingkatan itu mengacu pada akreditasi yang dilakukan dengan Instrumen Akreditasi 7 standar.
BACA JUGA: Epidemiolog Sebut PPKM Level 4 Masih Perlu Diperpanjang
Sedangkan untuk akreditasi yang dilakukan dengan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 dan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 3.0 menghasilkan penilaian akreditasi unggul, baik sekali, dan baik.
Raihan akreditasi unggul ini menandakan suatu perguruan tinggi memperoleh prestasi yang sangat baik dan melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi di Indonesia.
Selain akreditasi unggul untuk institusi yang telah didapatkan saat ini, UII juga mendapatkan akreditasi unggul atas 17 program studi.
Dari 25 pilihan program studi di UII saat ini, menurut Fathul, lebih dari 70 persen telah mendapatkan akreditasi program studi A dan ditambah dengan capaian terbarunya, saat ini ada 17 program studi UII telah terakreditasi unggul.
Menurut dia, capaian akreditasi ini merupakan bentuk pemenuhan standar perguruan tinggi dan bukan sebagai suatu pembanding. Sehingga, jika masih terdapat program studi yang memiliki akreditasi B, hal ini tidak dapat dimaknai sebagai sesuatu yang buruk.
"Predikat akreditasi itu tergantung banyak hal, bisa juga dipengaruhi oleh usia. Hal ini dikarenakan predikat akreditasi sangat dipengaruhi oleh akumulasi, sumberdaya, dan lainnya," kata dia.
Ia mengatakan capaian akreditasi ini bukan berarti dapat dijadikan sebagai alat untuk merendahkan yang lain. Tapi sebaliknya, prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi yang lainnya.
"Sebagai langkah ke depannya, UII terus berkomitmen untuk meningkatkan berbagai hal yang dirasa masih kurang. Upaya yang ditempuh, seperti terus memfasilitasi berbagai program studi dengan hibah, pendampingan. Dengan demikian, UII bisa terus meningkatkan levelnya di masa yang akan datang," ujar Fathul Wahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.