Jalan Pedukuhan Diperbaiki, Ekonomi Warga Pulih

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (jongkok ketiga dari kiri) ikut menuangkan campuran material corblok ke jalan saat pembukaan padat karya di Bungsing, Guwosari, Kapanewn Pajangan. - Istimewa/Disnakertrans Bantul
11 Agustus 2021 06:47 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jalan Pedukuhan Bungsing, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan akhirnya mulai diperbaiki melalui program padat karya. Tak hanya membuat jalan warga makin mulus, padat karya juga dinanti-nantikan karena mampu memberdayakan warga.

Ketua Kelompok Pada Karya Bungsing, Guwosari, Pajangan, Minhaj menyampaikan bila warga menyambut baik bantuan program padat karya yang diberikan untuk perbaikan jalan pedukuhan. Pasalnya Minhaj menyampaikan bahwa jalan yang diperbaiki tersebut merupakan jalan vital bagi warga.

Menurut dia, selama ini kondisi jalan yang ada cukup buruk. Corblok hanya ada sedikit di tengah jalan sedangkan sisanya masih berupa tanah. Kini jalan sepanjang hampir 300 meter tersebut diperbaiki melalui program padat karya anggaran BKK DIY. "Kondisinya sebelum diperbaiki dulu sudah dicor tapi baru tengahnya saja. Sekarang diblok tiga meter," ujar dia, Selasa (10/8/2021).

Jalan tersebut, imbuh Minhaj, digunakan warga untuk mobilitas pekerja, siswa, hingga petani untuk beraktivitas sehari-hari. "Jalan itu penghubung dusun ke dusun, banyak yang lewat situ," ujarnya.

"Tanggapan warga sangat senang sekali. Warga senang sekali jalannya sudah bagus," imbuh dia.

Di sisi lain pengerjaan jalan yang memberdayakan warga terdampak Covid-19 menurut Minhaj sangat membantu ekonomi warga. Terlebih di dalamnya juga termasuk warga korban PHK semasa pandemi. "Ada korban PHK, terus warga-warga yang kurang mampu," tandasnya.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang datang langsung ke Bungsing membuka padat karya secara simbolis menegaskan program padat karya membawa banyak manfaat. 

"Program padat karya dapat menjadi solusi. Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi. Menyusul meningkatnya jumlah pengangguran," kata dia.

Dari segi pembangunan, padat karya mewujudkan tersedianya infrastruktur yang memadai dan diharapkan dapat mendukung aktivitas perekonomian warga. Halim juga menilai, pembangunan infrastruktur oleh warga bahkan lebih bagus jika dibandingkan dengan penggarapan oleh pihak ketiga.

"Pembangunan dengan sistem padat karya hasilnya lebih bagus dibanding bila dilakukan oleh pihak ketiga" tegas Abdul Halim Muslih," tambahnya.

Sementara Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Aris Suharyanta menyebutkan ada di 60 titik pelaksanaan padat karya di tahun ini. Dari program tersebut 3.120 tenaga kerja teraerap dengan waktu kerja 18 hari.

Adapun tahun ini Aris menerangkan pembangunan infrastruktur pada padat karya meliputi corblok di 45 titik, pembuatan talut di 11 titik, corblok bersama talut dua titik, pembuatan drainase satu titik dan pembangunan drainase tertutup satu titik.

Penggarapan proyek selama PPKM tidak menurunkan pelaksanaan prokes oleh para pekerja. Sekretaris Disnakertrans, Istirul Widilastuti menegaskan jika dalam pelaksanaan program padat karya tetap mematuhi prokes, di antaranya yakni pekerja wajib memakai masker saat bekerja.

"Dari anggaran APBD, kegiatan padat karya nantinya berlangsung di 103 titik dengan serapan tenaga kerja mencapai 2.678 orang. Mengingat banyaknya titik distribusi material, program padat karya yang dibiayai APBD Bantul akan dimulai pekan depan," jelasnya.