Tambah Kapasitas Kegawatan Ibu & Anak, RS Panembahan Senopati Bangun Gedung Ponek

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
13 Agustus 2021 11:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Rumah Sakit (RS) Panembahan Senopati memastikan akan membangun gedung baru untuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek), tahun ini. Gedung yang melayani kegawatan ibu dan anak ini ditarget sudah dilaunching pada 2022 mendatang.

Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RS Panembahan Senopati Sidik Rohadi mengatakan, pembangunan gedung Ponek menelan anggaran senilai Rp6 miliar dan mulai dikerjakan tahun ini.

Diharapkan dengan adanya pembangunan gedung yang berada di sisi paling utara di kompleks RS Panembahan Senopati ini nantinya pelayanan untuk kegawatan ibu dan anak serta ibu melahirkan akan lebih maksimal.

"Sekarang sebenarnya sudah ada, hanya saja jumlah bednya kurang. Untuk itu kami bangun gedung baru di sisi utara dan berbatasan dengan jalan kampung," kata Sidik, Jumat (13/8/2021).

Menurut Sidik, saat ini ruang kegawatan ibu dan anak di RS Panembahan Senopati berkapasitas 6 tempat tidur. Nantinya di gedung baru, kapasitas ini ditambah menjadi 14 tempat tidur selain layanan yang ada akan dibuat lebih terpadu.

Baca juga: Tak Bawa Kartu Vaksin, Ribuan Calon Penumpang Kereta Api Gagal Berangkat

"Jadi akan seperti IGD kami yang baru itu. Semua akan terpadu, komprehensif dan standar. Pembangunannya tahun ini, 2022 bisa dilaunching," jelas Sidik.

Terkait dengan pelayanan untuk ibu hamil baik yang positif Covid-19 maupun non-Covid-19, Sidik menyatakan sampai saat ini semua dilayani di RS Panembahan Senopati. "Untuk saat ini semua kami layani," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, jika pada masa pandemi Covid-19 kali ini, pelayanan Ponek dilakukan di RS Panembahan Senopati dan PKU Muhammadiyah. Sementara untuk RS UII hanya akan menangani ibu hamil Covid-19 di luar kategori Ponek.

"Untuk yang biasa tapi Covid-19 itu di RS Lapangan Khusus Covid-19 dan UII," katanya.

Menurut Agus, langkah ini dilakukan agar warga tetap punya akses dan tidak kebingungan saat akan bersalin di masa pandemi Covid-19. "Kami harus menyediakan tempat," tandasnya.