Seri A PSSI Sleman Dimulai, Target Empat Emas Porda 2027
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Satreskrim Polresta Jogja memburu sindikat pembobol ATM bermodus pemasangan alat khusus di mesin ATM yang dapat membuat kartu nasabah tertelan secara otomatis. Satu anggota sindikat diringkus polisi dengan inisial JA, 21, warga Sumatera Selatan.
"Sekarang masih tahap pengembangan dan pelaku lainnya masih dalam penyelidikan," kata Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Riko Sanjaya, Selasa (17/8/2021).
JA ditangkap bermula dari laporan dari salah seorang korban yakni Ribut Sudarmanto, 54, yang bermukim di Karangbendo, Banguntapan, Bantul beberapa waktu lalu. Dalam laporannya, Ribut mengaku telah menjadi korban pembobolan ATM dengan total kerugian mencapai Rp62 juta.
Kejadian ini bermula saat korban mengambil uang di salah satu mesin ATM yang berada di Kotagede pada 5 Juli lalu. Seperti biasa, saat melakukan transaksi dia tidak menaruh curiga terhadap mesin ATM itu dan keperluannya saat tarik tunai juga berjalan dengan lancar. Uang tunai keluar sesuai dengan nominal yang diinginkannya.
"Dia melakukan transaksi sekitar pukul 11.25 Wib dan juga tidak tahu kalau di dalam mesin ATM tersebut telah dipasang alat khusus oleh terduga pelaku untuk menahan ATM yang dimasukkan korban. Setelah tarik tunai berhasil dan uang yang diinginkan korban keluar dari mesin ATM, korban pun panik karena ATM miliknya tertelan di mesin anjungan," jelas Riko.
Saat korban panik karena kartu ATM tertelan, JA kemudian datang dan berpura-pura menolong korban. Riko menyebut, JA berusaha meyakinkan korban bahwa permasalahannya bisa diatasi dan dia juga menyuruh korban untuk memasukkan nomor PIN. Tanpa sadar, korban mengiyakan dan JA mengingat nomor PIN itu lantas berkoordinasi dengan rekannya yang lain untuk menggasak uang korban.
"Korban akhirnya coba melapor ke bank. Tapi dia terkejut sekitar pukul 15.00 WIB memperoleh pesan singkat dari pihak bank yang memberitahukan ada transaksi penarikan tunai lewat rekeningnya," ungkap Riko.
Polisi yang mendapat laporan dari kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melacak keberadaan pelaku dengan memeriksa sejumlah saksi. Kemudian pada 9 Juli, aparat berhasil menangkap JA saat tengah beristirahat di sebuah hotel di kawasan Wirobrajan.
"JA ini berperan di lapangan sebagai orang yang coba memantau dan membantu korban serta membujuk agar korban yang panik menekan nomor pin ATM. Setelah tahu kemudian ada rekannya yang lain yang menggasak uang korban," kata Riko.
Polisi menyebut sedikitnya ada empat terduga pelaku lainnya yang saat ini masih buron. Penyidik masih melakukan pengembangan terhadap kasus itu untuk menangkap terduga pelaku lainnya. "Empat rekan terduga pelaku lainnya berperan untuk mengambil ATM milik para korban yang tertelan di mesin anjungan, serta menguras habis isi ATM," ungkapnya.
Kini, JA mesti meringkuk di balik jeruji besi karena diduga melanggar pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.
Mematikan mesin saat mengisi BBM di SPBU merupakan langkah keselamatan untuk mengurangi sumber penyalaan. Simak alasan dan aturan lainnya.