Kesehatan Masyarakat Kunci untuk Bisa Tangguh dan Tumbuh

Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat menyaksikan vaksinasi massal di kawasan Rest Area Saptosari beberapa waktu lalu. - istimewa/Pemkab Gunungkidul
18 Agustus 2021 08:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 dilaksanakan secara sederhana karena perayaan masih dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. Meski demikian, pelaksaaan tidak mengurangi khidmad dan makna dari kemerdekaan yang telah diraih oleh para pendiri bangsa.

Menurut dia, sesuai dengan tema perayaan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, maka kesehatan di masyarakat adalah hal yang utama untuk bisa keluar dari pandemi serta bangkit dari keterpurukan akibat wabah yang melanda sejak 2020 lalu. Untuk kesehatan, selain kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan, juga ditentukan program vaksinasi anti corona.

“Bagaimana bisa tangguh maupun tumbuh apabila masyarakat tidak sehat. Jadi, kesehatan menjadi kunci utama,” katanya, Selasa (17/8/2021).

Sunaryanta mengungkapkan, untuk herd immunity menargetkan 70% penduduk Gunungkidul mendapatkan vaksin corona. Hingga sekarang, sudah ada 36% penduduk yang disuntik anti corona.

Upaya mencapai herd immunity juga terus dilakukan. Selain menyasar dengan cara mendatangi rumah ke rumah atau pelaksanaan di tempat-tempat wisata, vaksinasi juga melibatkan lintas sektoral mulai dari TNI-Polri, Badan Intelejen Negara, Kejaksaan Negeri hingga sektor swasta yang dikomandoi oleh Kamar Dagang Indonesia untuk memantu dalam proses percepatan vaksinasi.

“Pada saat target vaksinasi tercapai dan masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan maka upaya pemulihan ekonomi akibat dampak dari pandemic bisa diwujudkan lebh cepat,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut dia, upaya penanggulangan pandemi tidak serta merta menjadi tugas pemerintah dengan menjalankan program vaksinasi ke masyarakat. Melainkan, juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan sehingga mata rantai penyebaran virus dapat diputus.

“Kami dukung program vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemkab. Tapi, masyaraat harus berpartisipasi mencegah corona dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Berharap Distribusi Lancar

Tim medis dari Dinas Kesehatan Gunungkidul terus melakukan akselerasi upaya vaksinasi di masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, untuk vaksinasi ada target 595.000 warga yang mendapatkan suntikan anti corona.

Total hingga sekarang sudah ada 212.735 warga yang mendapatkan suntikan pertama vaksin corona. Dari jumlah ini ada 54.751 orang yang telah selesai melakukan suntikan kedua untuk vaksin. “Kami terus berusaha agar target herd immunity bisa segera tercapai,” katanya.

Dewi memastikan tidak ada masalah dengan petugas vaksinator. Pasalnya, sudah menyiapkan 266 petugas. Jumlah ini bertambah signifikan karena di awal-awal vaksin hanya menyiapkan 80 petugas vaksin. “Sekarang masih mencukupi, apalagi juga ada bantuan petugas vaksin dari Kodim 0730 GK,” katanya.

Meski tidak bermasalah dengan petugas vaksinasi, namun Dewi mengakui kelancaran vaksin juga sangat bergantung dengan kelancara distribusi. Hal ini dikareakan antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksin tinggi, namun apabila pengiriman tidak berjalan lancar maka akan berpegaruh terhadap pelaksanaan di lapangan.

“Distribusi sangat penting dan kami berharap ada kelancaran pasokan agar vaksinasi bisa terus berjalan,” katanya.