Sanggahan Diterima, Belasan Pelamar Berhak Mengikuti Tes ASN

Ilustari pendafataran CPNS online. - menpan.go.id
20 Agustus 2021 20:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Gunungkidul memastikan adanya perubahan jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi calon Aparatur Sipil Negara (ASN). Keputusan ini dilakukan setelah menerima hasil sanggahan dari pelamar yang awalnya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

Kepala Bidang Formasi dan Data Pegawai, BKPP Gunungkidul, Reni Linawati mengatakan, pada masa sanggah usai pengumuman seleksi administrasi rekrutmen ASN, ada 94 pelamar yang menyatakan keberatan terkait dengan hasil tersebut. Jumlah ini terdiri 77 pelamar CPNS dan sisanya sebanyak 17 pelamar dari rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Adanya keberatan ini, sambung dia, langsung dilakukan klarifikasi terkait dengan sanggahan dari para peserta yang telah dinyatakan tidak memenuhi persyaratan. “Setelah kami kaji hasilnya ada sepuluh pelamar CPNS dan satu pelamar P3K nonguru yang sanggahannya diterima. Dengan keputusan ini, kami pun harus mengubah pengumuman seleksi administrasi,” katanya, Jumat (20/8/2021).

Reni menjelaskan, keputusan meloloskan 11 pelamar di masa sanggah ini sudah sesuai dengan prosedur. Ia berdalih, pada saat pegecekan ulang ternyata berkas yang diserahkan telah memenuhi persyaratan. “Tidak semua karena dari 94 pelamar yang mengajukan sanggahan, hanya sebelas yang dinyatakan diterima,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan keputusan ini, maka sebelas pelamar yang sanggahannya diterima berhak mengikuti tes ASN. Total peserta yang akan tes sebanyak 1.193 orang, dengan rincian 1.136 pelamar CPNS dan pelamar P3K non guru sebanyak 57 orang.

Baca juga: Diingatkan Jokowi, Polisi Akhirnya Tak Perpanjang Kasus Mural 404: Not Found

“Untuk pelaksanaan tes, kami masih menunggu pengumuman dari Pemerintah Pusat,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala BKPP Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, rekrutmen ASN di tahun ini ada dua jalur. Jalur pertama untuk rekrutmen CPNS dengan 98 formasi. Sedangkan jalur kedua melalui P3K yang terbagi kategori guru sebanyak 1.258 formasi dan non guru sebanyak 55 formasi.

Hingga pendaftaran ditutup, ada pelamar CPNS sebanyak 1.407 orang. Sedangkan P3K guru ada 1.315 pendaftar dan P3K non guru sebanyak 87 pendaftar. “Setelah pendaftaran dilakukan seleksi administrasi dan hasilnya sudah diumumkan ke publik melalui situs resmi yang dimiliki BKPP,” katanya.