AI Pintar Bikin Aplikasi, Masihkah Lulusan Informatika Dibutuhkan?
AI kini bisa membuat aplikasi dan menulis kode program. Guru Besar UII menegaskan lulusan informatika tetap dibutuhkan, tetapi harus naik kelas.
Pelaksanaan vaksinasi di SMA N 1 Jogja, Minggu (22/8/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Sedikitnya 1.000 orang yang terdiri atas pelajar dan masyarakat umum mengikuti vaksinasi di SMA Negeri 1 Jogja, Minggu (22/8/2021). Vaksinasi yang digelar Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) ini melibatkan puluhan dokter sehingga mampu menginjeksi 200 orang per jam.
Panitia Vaksinasi KATY Agung Widianto menjelaskan pelaksanaan vaksinasi digelar dengan melibatkan para dokter termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang juga alumni SMA N 1 Jogja. Dokter dari FK-KMK UGM juga banyak dilibatkan dalam kegiatan tersebut sehingga pelaksanaannya lebih cepat.
BACA JUGA : Sentra Vaksinasi Covid-19 di Jogja Bertambah, Ini Lokasinya
“Memang pelaksanaan diupayakan bisa selesai lebih cepat sehingga banyak personel yang dikerahkan, ini mampu menyelesaikan sekitar 200 orang per jam,” katanya.
Kuota vaksinasi sebanyak 1.000 dosis digunakan untuk 400 pelajar SMA 1 Jogja, sisanya untuk pelajar SMK N 2 Jogja serta masyarakat umum. Kuota 1.000 dosis langsung habis saat pendaftaran mulai dibuka. Ia menilai antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi tergolong sangat tinggi.
“Vaksinasi di SMAN 1 untuk masyarakat sekitar terutama orangtua siswa dan siswanya, yang ternyata ada 400 yang belum divaksin, sehingga diikutkan. Kami menjalin kerja sama dengan IDI, keluaga alumni, kerja sama dengan Polri mendapatkan 1.000 vaksin yang kami laksanakan,” katanya.
Melihat antusiasme pelajar dan masyarakat yang begitu tinggi, KATY pun berencana menggelar kembali vaksinasi massal dalam waktu dekat, dengan sasaran serupa. Agung mengatakan pekan depan vaksinasi untuk pelajar akan digelar di Grha Sabha Permana UGM dengan kuota sekitar 3.000 dosis. “Semangat mengikuti vaksinasi sangat tinggi, ini rencananya pekan depan dengan kuota 3.000 khusus untuk pelajar di DIY,” ujarnya.
BACA JUGA : Layanan Vaksinasi Covid-19 di Kota Jogja Diperluas hingga ke Kecamatan
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi yang digelar SMAN 1 Jogja karena sangat membantu pemerintah dalam upaya mencapai herd immunity. Vaksinasi massal tersebut cukup memberikan penambahan untuk target percepatan di angka 10.000 orang per harinya.
“Terutama pelajar yang saat ini juga terus dilakukan di Kota Jogja,,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI kini bisa membuat aplikasi dan menulis kode program. Guru Besar UII menegaskan lulusan informatika tetap dibutuhkan, tetapi harus naik kelas.
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
Menonton film dan serial digital menjadi cara siswa SMAN 1 Sleman mengurangi stres setelah ujian sekaligus memulihkan energi dari aktivitas belajar.
HIPMI DIY meminta evaluasi Program Makan Bergizi Gratis tidak merugikan UMKM mitra yang telah berinvestasi besar untuk mendukung program pemerintah.
Psikolog menjelaskan kebutuhan akan kontrol, hilangnya empati, dan kemarahan terpendam dapat menjadi faktor pemicu tindakan penyekapan dan penyiksaan.
Penanganan kawasan kumuh Sleman menghadapi kendala anggaran dan status lahan, namun target penataan permukiman terus ditingkatkan hingga 2029.