Kasus Covid-19 dan BOR RS di DIY Turun, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes

Ilustrasi. - Freepik
27 Agustus 2021 20:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Satgas Penanganan Covid-19 DIY meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) meski kasus Covid-19 di DIY akhir-akhir ini menurun, bahkan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisisan tempat tidur di rumah sakit khusus Covid-19 juga menurun di bawah 50% baik bed kritikal maupun non kritikal.

“Tetap taati prokes meski kasus turun, karena masih fluktuatif dan pandemi belum berakhir,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, saat dihubungi Jumat (27/8/2021).

Berty juga mengingatkan agar masyarakat yang sudah divaksin juga tetap disiplin prokes karena tidak menutup kemungkinan orang yang sudah divaksin juga bisa terpapar Covid-19 kembali meski dengan tingkat kesakitan rendah. “Tetap taat prokes meski sudah vaksinasi,” ujar Berty.

BACA JUGA: Rekor! Trailer Spider-Man: No Way Home Ditonton 355,5 Juta Orang

Kasus Covid-19 di DIY saat ini mengalami penurunan. BOR rumah sakit juga turun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY tingkat keterisian tempat tidur khusus pasien Covid-19 yang kritikal sebanyak 42,9% atau dari jumlah tersedia 298 bed terpakai 128 bed. Sementara tempat tidur non kritikal sebanyak 35,6% atau dari 1.921 bed, yang terpakai sebanyak 685 bed.

Berty menyampaikan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 27 Agustus 2021 sebanyak sebanyak 688 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 148.219 kasus

Penambahan kasus positif terbanyak dari Sleman 250 kasus, kemudian disusul Bantul 147 kasus, Kulonprogo 113 kasus, Gunungkidul 94 kasus, dan Jogja 74 kasus. Penambahan kasus positif ini berdasarkan tes terhadap 4.392 orang. Sementara total orang yang dites selama pandemi sebanyak 702.951 orang.

Penambahan kasus positif tersebut berdasarkan tracing kontak kasus positif sebanyak 641 kasus, berdasarkan periksa mandiri 32 kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak 15 kasus.

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus meninggal sebanyak 21 kasus, “Sehingga total kasus meninggal menjadi 4.728 kasus,” kata Berty. Kasus meninggal dari terbanyak dari Sleman (8 kasus), kemudian Jogja (5), Bantul (5), Gunungkidul (2), dan Kulonprogo (1).

Sementara penambahan kasus sembuh sebanyak 1.114 kasus, sehingga total sembuh menjadi 128.886 kasus. Tambahan kasus sembuh dari Bantul (626 kasus), Sleman (204), Jogja (127), Gunungkidul (90), dan Kulonprogo (67). (Ujang Hasanudin)