TPAS Wukirsari Terima 60 Ton Sampah per Hari, Organik Dominan
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sebuah granat nanas ditemukan tanpa sengaja oleh pencari ikan di Kali Oya, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Sabtu (28/8/2021) sore. Tim Gegana Polda DIY telah turun tangan untuk mengamankan benda ini.
Jogoboyo Kalurahan Bejiharjo, Aryanto mengatakan, penemuan granat ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang mencari ikan. Pada saat menyelam memasang jaring ditemukan benda yang mirip granat.
Selanjutnya, benda tersebut diangkat ke permukaan dan dilaporkan kepada petugas Polsek Karangmojo. “Usai laporan, polisi juga menghubungi tim gegana Polda DIY untuk mengamankan benda ini,” kata Aryanto, Minggu (29/8/2021).
Baca juga: Kenali 9 Piranti Keselamatan pada Toyota Avanza
Menurut dia, benda mirip granat ini juga sudah diamankan sehingga tidak lagi berbahaya di lingkungan masyarakat. “Sudah dibawa sejak semalam,” katanya.
Disinggung mengenai penemuan benda-benda di sepanjang aliran Kali Oya, Aryantao mengakui untuk granat baru sekali. Namun untuk benda lain seperti fosil-fosil sudah sering ditemukan oleh warga sekitar. “Kalau fosil banyak mulai dari tulang-tulang binatang purba, tapi untuk granat setahu saya baru sekali ini,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Karangmojo, Iptu Joko Sarjono mengatakan. Menurut dia, granat nanas ini ditemukan di kedalaman tiga meter oleh warga yang sedang mencari ikan menggunakan jaring. “Berhubung ini benda yang mudah meledak, maka kami menghubungi tim gegana Brimob Polda DIY,” kata Joko.
Menurut dia, proses evakausi berjalan dengan lancar dan granat nanas tersebut berhasil diamankan untuk diidentifikasi lebih lanjut. “Kami sudah lakukan pengecekan dan evakuasi diserahkan ke tim yang leih ahli,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Pakar UGM mengungkap slow jogging dapat mengaktifkan vagus nerve yang membantu menjaga kesehatan mental, menurunkan risiko depresi, dan menyehatkan tubuh.
Gerakan Segoro Rejan resmi dimulai di Kelurahan Wirobrajan. Warga bergotong royong reresik lingkungan setiap Minggu Legi bersama pemerintah dan mahasiswa UMY.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap di SIMMADE, MPP, Simenor, dan Satpas beserta biaya perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Malam SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM serta layanan PKB tahunan.