Meski Kasus Covid-19 Turun, Sleman Pertahankan Bangsal Covid-19

Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DIY, Minggu (4/7/2021). /ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah -
01 September 2021 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Lonjakan kasus Covid-19 pada Juli lalu memaksa rumah-rumah sakit rujukan di Sleman menambah kapasitas tempat tidur hingga 40%. Kapasitas tempat tidur tersebut masih akan dipertahankan meskipun sepanjang Agustus jumlah pasien Covid-19 turun.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama mengatakan Dinkes tidak akan terburu-buru mengalihkan tempat tidur untuk pasien Covid-19 saat ini ke bangsal umum atau non Covid-19. Alasannya, meski mengalami penurunan kasus sepanjang Agustus namun angka kejadian harian di Sleman belum stabil atau masih fluktuatif.

Cahya tidak ingin kasus lonjakan pada Juli, terjadi lagi sehingga berdampak kolapsnya rumah sakit. "Jadi kami belum mengalihkan bangsal Covid-19 ke non Covid-19. Ini untuk antisipasi karena kasus masih fluktuatif. Kami tidak ingin ada lonjakan secara tiba-tiba sehingga bangsal Covid-19 di rumah sakit rujukan tetap dipertahankan hingga 40 persen," kata Cahya, Rabu (1/9/2021).

BACA JUGA: Jadi Satu-satunya Zona Merah Corona di Jawa, Pemkab Kulonprogo Minta Klarifikasi Pusat

Saat ini, lanjut Cahya, terdapat penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur baik di rumah sakit rujukan maupun di selter isolasi terpusat (isoter). Untuk BOR rumah sakit, sudah di bawah 50% atau tepatnya 38%. Padahal selama Juli, BOR di atas 90%.

"Ini tidak terlepas dari banyaknya pasien yang sembuh. Data per 31 Agustus yang terkonfirmasi 52.766 kasus dan yang sembuh 44.327 kasus. Dan yang meninggal 2.308 kasus," katanya.