Pelanggan Starlink Kaget, Tagihan Tambahan Tembus Rp27 Juta
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Petugas dari BPCB DIY mengecek rantai raksasa yang diduga dari era kolonial Belanda di Triharjo, Pandak, Bantul, Kamis (2/9/2021)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Selain wajan raksasa, rantai raksasa ditemukan di Bantul. Warga Manggir, Triharjo, Pandak, Bantul, menemukan benda yang diduga cagar budaya berbentuk rantai sepanjang 30,6 meter dan berdiameter 24 sentimeter di Cek Dam Ngancar, Selasa (31/8/2021).
Rantai tersebut ditemukan di bawah permukaan Cek Dam Ngancar dan melintang dari selatan ke utara.
BACA JUGA: Hendak Bangun Lapangan Sepak Bola, Warga Jambidan Banguntapan Temukan Wajan Raksasa
Petugas backhoe proyek pengerjaan renovasi Cek Dam Ngancar, Murdiyana, 50 mengatakan awalnya dirinya hendak menimbun cek dam dengan pasir dan batu, Selasa siang pukul 11.00 WIB. Saat mengeruk tanah, tiba-tiba ujung backhoe mengenai seutas rantai berukuran besar yang melintang dari selatan ke utara.
"Awalnya saya kira kayu jati. Saya temukan di kedalaman dua meter. Begitu saya angkat ternyata rantai. Posisinya pas di sempalan fondasi," katanya di temui di lokasi, Kamis (2/9/2021).
Mardiyana kemudian memberitahu warga sekitar. Oleh warga sekitar rantai yang telah diangkat menggunakan backhoe kemudian digeser ke atas cek dam.
"Yang naikin warga, manual. Pas ngangkatnya pakai backhoe, sampai njengking backhoe saya," kata Murdiyana.
Ketua Unit Ratu Boko dan Candi Ijo BPCB DIY Tri Hartini datang ke lokasi untuk memastikan adanya temuan tersebut. Dari hasil wawancara warga sekitar dan pengecekan ke struktur bangunan, diduga rantai tersebut dibuat dan dipasang pada masa penjajahan Belanda.
"Tapi, untuk memastikan, kami ambil sampel dan nanti akan kami uji lab," katanya.
BACA JUGA: Angka Kematian Masih Tinggi Jadi Penyebab Level PPKM Belum Turun
Menurut Tri, struktur Cek Dam Ngancar mirip dengan dam Kamijoro yang dibangun masa era penjajahan Belanda. Selain itu, jika dilihat dari bentuknya, rantai diperkirakan sudah menggunakan teknologi tinggi.
"Sementara kami duga ini peninggalan Belanda," jelasnya.
Pada Selasa sore yang sama, warga Kretek, Jambidan, Banguntapan, Bantul, sore dibuat gempar menyusul ditemukannya wajan tembaga berdiameter 2 meter di tanah kas desa yang hendak dibangun menjadi lapangan sepak bola. Wajan raksasa itu diduga dari zaman kolonial Jepang. Jarak antara Jambidan dengan Triharjo sekitar 21 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 7 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Polres Pamekasan memeriksa tiga orang terkait dugaan suap program MBG. Polisi juga akan memanggil seluruh kepala dapur MBG.
Simak tips memilih seragam sekolah yang nyaman, awet, dan sesuai aturan sekolah agar tidak salah beli saat tahun ajaran baru.
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Hari Pustakawan Nasional diperingati setiap 7 Juli. Simak sejarah, makna, dan peran pustakawan dalam memperkuat literasi di era digital.