Selain Wajan Raksasa, Rantai Raksasa Juga Ditemukan di Bantul

Petugas dari BPCB DIY mengecek rantai raksasa yang diduga dari era kolonial Belanda di Triharjo, Pandak, Bantul, Kamis (2/9/2021). - Harian Jogja/Jumali
02 September 2021 15:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Selain wajan raksasa, rantai raksasa ditemukan di Bantul. Warga Manggir, Triharjo, Pandak, Bantul, menemukan benda yang diduga cagar budaya berbentuk rantai sepanjang 30,6 meter dan berdiameter 24 sentimeter di Cek Dam Ngancar, Selasa (31/8/2021).

Rantai tersebut ditemukan di bawah permukaan Cek Dam Ngancar dan melintang dari selatan ke utara.

BACA JUGA: Hendak Bangun Lapangan Sepak Bola, Warga Jambidan Banguntapan Temukan Wajan Raksasa

Petugas backhoe proyek pengerjaan renovasi Cek Dam Ngancar, Murdiyana, 50 mengatakan awalnya dirinya hendak menimbun cek dam dengan pasir dan batu, Selasa siang pukul 11.00 WIB. Saat mengeruk tanah, tiba-tiba ujung backhoe mengenai seutas rantai berukuran besar yang melintang dari selatan ke utara.

"Awalnya saya kira kayu jati. Saya temukan di kedalaman dua meter. Begitu saya angkat ternyata rantai. Posisinya pas di sempalan fondasi," katanya di temui di lokasi, Kamis (2/9/2021).

Mardiyana kemudian memberitahu warga sekitar. Oleh warga sekitar  rantai yang telah diangkat menggunakan backhoe kemudian digeser ke atas cek dam.

"Yang naikin warga, manual. Pas ngangkatnya pakai backhoe, sampai njengking backhoe saya," kata Murdiyana.

Ketua Unit Ratu Boko dan Candi Ijo BPCB DIY Tri Hartini datang ke lokasi untuk memastikan adanya temuan tersebut. Dari hasil wawancara warga sekitar dan pengecekan ke struktur bangunan, diduga rantai tersebut dibuat dan dipasang pada masa penjajahan Belanda.

"Tapi, untuk memastikan, kami ambil sampel dan nanti akan kami uji lab," katanya.

BACA JUGA: Angka Kematian Masih Tinggi Jadi Penyebab Level PPKM Belum Turun

Menurut Tri, struktur Cek Dam Ngancar mirip dengan dam Kamijoro yang dibangun masa era penjajahan Belanda. Selain itu, jika dilihat dari bentuknya, rantai diperkirakan sudah menggunakan teknologi tinggi.

"Sementara kami duga ini peninggalan Belanda," jelasnya.

Pada Selasa sore yang sama, warga Kretek, Jambidan, Banguntapan, Bantul, sore dibuat gempar menyusul ditemukannya wajan tembaga berdiameter 2 meter di tanah kas desa yang hendak dibangun menjadi lapangan sepak bola. Wajan raksasa itu diduga dari zaman kolonial Jepang. Jarak antara Jambidan dengan Triharjo sekitar 21 kilometer.