Advertisement

Angka Kematian Masih Tinggi Jadi Penyebab Level PPKM Belum Turun

Lugas Subarkah
Rabu, 01 September 2021 - 11:57 WIB
Sunartono
Angka Kematian Masih Tinggi Jadi Penyebab Level PPKM Belum Turun Foto ilustrasi: Tenaga pikul membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Tingginya angka kematian menjadi penyebab level PPKM di Sleman belum bisa diturunkan.

Sekda Sleman, Harda Kiswaya, menjelaskan belum turunnya level PPKM Sleman faktor terbesarnya disebabkan masih tingginya angka kematian. “Angka kematian masih tinggi. Penambahan kasus harian juga masih di atas 200,” ujarnya Selasa (31/8/2021).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, angka kematian Sleman dalam lima hari terakhir yakni 4 kasus pada Kamis (26/8), 8 kasus pada Jumat (27/8), 15 kasus pada Sabtu (28/8), 2 kasus pada Minggu (29/8) dan 18 kasus pada Senin (30/8). Per 30 Agustus, total kematian di Sleman sebanyak 2.303 kasus.

BACA JUGA : Soal Nasib Penurunan Level PPKM di Kota Jogja, Begini Jawaban Heroe Poerwadi

Ia menampik jika tingginya kasus kematian disebabkan penanganan di rumah sakit yang kurang optimal. “Kami sudah lengkapi segala peralatan yang diperlukan untuk penanganan Covid-19 ini. Kami sudah keluarkan anggaran untuk beli peralatan cukup besar. Kami sudah upayakan maksimal. Tapi kalau memang kenanya sudah agak berat tu ditututi agak susah,” ungkapnya.

Untuk menurunkan level PPKM, Pemkab Sleman mengupayakan menekan penambahan kasus dan tingkat kematian, dengan terus mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan serta mengoptimalkan vaksinasi.

BACA JUGA : Sultan Ungkap Penyebab PPKM di DIY Tak Kunjung Turun Level

“Bagaimana koordinasi sampai level kalurahan berjalan baik. Sebaran vaksin tidak semua ke Pemda, tapi ke Polri dan TNI, maka perlu menyatukan persepsi. Sepanjang vaksinya ada, kami bisa nyuntik sampai 15.000 orang per hari,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Minta TNI-Polri Tidak Terlibat Politik Praktis di Pemilu 2024

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 13:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement