26,8% Puskesmas Belum Punya Dokter Gigi, FKG UGM Dorong Beasiswa
Sebanyak 26,8% puskesmas belum memiliki dokter gigi. FKG UGM mendorong beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk mengatasinya.
Kondisi lalu lintas kendaraan di Bantul pada Minggu (11/7/2021) dalam masa PPKM Darurat yang cenderung lengang. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Kendati telah turun level, Pemkab Bantul tak seketika lakukan pelonggaran kegiatan masyarakat di berbagai sektor. Pemkab Bantul masih menunggu instruksi rinci panduan pelaksanaan kegiatan dalam masa PPKM Level Tiga.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih pada Selasa (7/9/2021) menuturkan pihaknya masih menunggu Instruksi Mendagri dan Instruksi Gubernur terkait pelaksanaan kegiatan di dalam wilayah PPKM Level 3. "Walaupun levelnya sudah turun, tapi kita harus berhati-hati, protokol kesehatan harus tetap wajib hukumnya masih diterapkan. Utamanya masker," ujarnya.
Halim menyebut Inmendagri baru turun malam lalu dan baru akan dirapatkan oleh Pemkab Bantul nanti. Termasuk pembahasan terkait kemungkinan pelonggaran aktivitas di sektor pariwisata pun masih menunggu instruksi dari peraturan di atasnya.
Baca juga: BOR Turun, RS Diminta Perbaiki Kualitas Penanganan Covid-19
"Pandemi itu kan kewenangan pusat, pandemi itu bersifat nasional. Pemerintah daerah tidak mungkin membuat aturan-aturan yang bertentangan dengan peraturan di atasnya," tuturnya.
Namun, masuknya Bantul dalam wilayah PPKM Level 3 menurut Halim sebantar lagi pasti akan ada pelonggaran aturan. "Alhamdulillah Bantul sudah diturunkan ke level tiga. Ini artinya pasti akan ada kelonggaran-kelonggaran," tandasnya.
"Tapi kelonggarannya apa kita tunggu. Mungkin besok Instruksi Gubernur itu sudah turun. Baru kita turunkan ke Instruksi Bupati," ungkapnya.
Baca juga: PHRI, IHGM, dan H3Y Bantu Pelaku Wisata di Gunungkidul
Di ranah pendidikan, penurunan level PPKM tidak serta merta membuat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) digelar. Perihal PTM, Halim menyebutkan kebijakan itu akan bergantung pada capaian vaksinasi di tingkat pelajar. "Kita belum berpikir soal PTM, tetapi kita kejar vaksinasi untuk para pelajar itu sampai 100 persen, SMP, SMA,SMK, MTS, MA," tuturnya.
"PTM belum, ukurannya selain kajian epidemiologis itu juga capaian vaksinasi. Kalau vaksinasinya itu sudah 70 persen apalagi 100 persen itu dorongan membuat kelonggaran-kelonggaran akan lebih besar," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 26,8% puskesmas belum memiliki dokter gigi. FKG UGM mendorong beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk mengatasinya.
RPPLH DIY 2026-2056 disiapkan sebagai pedoman lingkungan 30 tahun. DPRD DIY meminta pembangunan ekonomi tak mengorbankan lingkungan.
Prabowo menargetkan swasembada daging sapi dan kerbau dalam 5 tahun. Danantara menggandeng JBS dengan investasi awal US$2,5 miliar.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.
Xavi Hernandez resmi menjadi pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030. KNVB mengakhiri tradisi 48 tahun tanpa pelatih asing.
Prabowo menyebut realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.