Antisipasi Kebakaran, Napi Dilatih Memadamkan Api

petugas Lapas, narapidana Lapas Kelas IIA Wirogunan dan pelatih dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja menerangkan cara memadamkan api dalam kegiatan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), Senin (13/9). - Ist/Dok Humas Lapas Wirogunan
14 September 2021 11:57 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, MERGANGSAN--Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Wirogunan Jogja membekali petugas, narapidana dan karyawan setempat dengan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Upaya ini diharapkan mampu menjadi mitigasi kebakaran di Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Wirogunan Jogja, Arimin mengatakan, Lapas bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja dalam pelatihan tersebut. Petugas Damkar yang kerap berjibaku dengan si jago merah dinilai mampu memberikan pemahaman yang tepat bagi penjaga Lapas dalam memitigasi kejadian kebakaran.

BACA JUGA : Napi Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah 

"Kegiatan pelatihan penanganan pertama pada kebakaran ini diikuti oleh petugas pengamanan, Seksi Kamtib, dan petugas Lapas dan juga warga binaan sejumlah 50," kata Arimin dalam rilisnya Selasa (14/9/2021).

Pembekalan pelatihan itu disampaikan langsung oleh koordinator lapangan Damkar Kota Jogja. Petugas jaga dan peserta diajarkan cara memadamkan api dengan peralatan sederhana yakni berupa karung goni basah dan juga menggunakan APAR. "Kami harap seluruh peserta pelatihan dapat memahami tata cara penanganan terhadap kebakaran," jelas Arimin.

Arimin menyebut, dalam praktiknya memadamkan api meskipun terlihat kecil ternyata cukup sulit dilakukan. Sikap tenang dan tidak panik menurut dia adalah kunci utama dalam memadamkan api terutama di dalam ruangan.

BACA JUGA : Lapas Sleman Siapkan Mitigasi Kebakaran

"Bagaimana mengatasi api ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Kalau kita di rumah, kompor kita kebakaran, kemudian kita minta tolong, tapi yang nolongin kita juga teriak kebakaran, terus siapa yang akan memadamkan kebakaran. Sehingga dengan bekal tadi, dengan ilmu yang disampaikan tadi, apabila terjadi kebakaran kita bisa menanggulangi," kata Arimin.