Lapas Sleman Siapkan Mitigasi Kebakaran

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY, Budi Argap Situngkir, meninjau kesiapan Lapas II B Sleman menghadapi risiko kebakaran, kamis (9/9). - Ist
10 September 2021 06:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, MLATI--Lapas Sleman menyiagakan infrastruktur dan standard operational procedure (SOP) mitigasi bencana khususnya kebakaran. Kesiapsiagaan itu dilakukan menyusul terjadinya kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9/2021) lalu.

Kepala Lapas Kelas II B Sleman, Kusnan, menjelaskan di lapas yang dihuni oleh 253 warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini, telah disiapkan sebanyak enam apar. “Sudah tersedia apar enam biji, kemudian nomor darurat sudah terpasang,” katanya, Kamis (9/9/2021).

Untuk meminimalisir risiko kebakaran, setiap dua jam sekali petugas melakukan kontrol keliling di setiap blok, memastikan tidak ada potensi sekecil apapun yang bisa memicu kebakaran. Di Lapas Kelas II B Sleman terdapat enam blok dan 12 kamar dengan berbagai ukuran.

BACA JUGA : Satu Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Berhasil Diidentifikasi

Adapun petugas yang berjaga di setiap sift sebanyak sembilan orang. jumlah ini masih ditambahkan petugas bantuan sebanyak 11-12 orang per shift. Dengan perbandingan petugas dan WBP sebesar 1:20, pengamanan lapas dinilai telah cukup kuat untuk menghadapi kondisi darurat.

“Kami belum miliki alarm kebakaran, yang kami punya lonceng. Ketika terjadi kebakaran lonceng dibunyikan supaya membangunkan atau menyiagakan WBP dan petugas. Kedua, memadamkan titik api dengan apar atau karung pasir yang telah disediakan di titik tertentu. Kemudian karena kami tidak memiliki damkar, kita panggil darurat damkar Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Di Lapas Kelas II B Sleman juga telah tersedia dua titik kumpul, yakni lapangan depan untuk staf dan lapangan belakang untuk WBP. “Kunci kamar WBP ada di petugas dan siap 24 jam. Kalau malam dipusatkan di komandan jaga. Jarak dari depan sampai belakang tidak lebih dari 200 meter, masih bisa terjangkau dengan cepat pembukaan kamar,” katanya.

Untuk kondisi lapas memang diakui saat ini melebihi kapasitas yakni sebanyak 253 WBP dari total kapasitas hanya 225 WBP. Hal ini terjadi lantaran lapas tidak bisa menolak WBP dari kejaksaan. Kelebihan kapasitas ini disiasati dengan mendistribusikan kelebihan ke Lapas lainnya yang tidak jauh dari domisili WBP.

BACA JUGA : Ini Sederet Kasus Kebakaran Lapas yang Terjadi di Indonesia

Pada Kamis (9/9), Lapas Kelas II B Sleman mendapat kunjungan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY, Budi Argap Situngkir. Monitoring dilaksanakan untuk meninjau ketersediaan sarana pengendali kebakaran dan instalasi listrik di lapas.

Budi menuturkan jajarannya akan selalu siap untuk mengantisipasi kejadian kebakaran. Kelengkapan sarana dan prasarana untuk antisipasi kebakaran pun turut menjadi perhatian. "Kami tentunya harus selalu siap siaga. Peralatan pemadam api selalu siap untuk digunakan," katanya.