Ini Perkembangan Terbaru Zona Hijau dan Merah Covid-19 di Sleman

Ilustrasi. - Freepik
15 September 2021 19:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kasus penularan Covid-19 di Sleman terus menurun. Meski penularan virus Corona melandai, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengingatkan masyarakat untuk tidak melanggar protokol kesehatan (Prokes).

Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan penurunan kasus Covid-19 di Sleman berdampak pada bertambahnya jumlah kalurahan yang masuk zona hijau atau tidak ada penularan Covid-19. Dari sebelumnya tiga kalurahan saat ini menjadi lima kalurahan zona hijau.

"Saat ini ada lima kalurahan yang masuk zona hijau, 10 kalurahan zona oranye, enam kalurahan zona merah dan 65 zona kuning," kata Cahya, Rabu (15/9/2021).

Meskipun terjadi penurunan kasus yang signifikan, Cahya tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi Prokes yang sudah ditentukan seiring pelonggaran aktivitas di masa PPKM Level 3. Masyarakat tetap diminta memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

BACA JUGA: Balecatur Akan Jadi Kaltana Ke-66 di Sleman

"Ini penting diingatkan agar di Sleman tidak kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. Sebab secara kabupaten, Sleman masih zona kuning," tandasnya.

Berdasarkan data Dinkes, angka penularan kasus Covid-19 pada pertengahan September tercatat sebanyak 1.003 kasus, dengan rata-rata penambahan kasus dibawah 100 per hari. Padahal saat Juli, penularan tercatat sebesar 17.889 kasus kemudian berangsur menurun pada Agustus sebanyak 10.354 kasus.

"Mudah-mudahan tren ini tetap bisa dipertahankan. Jangan sampai di atas 10.000 kasus lagi," tuturnya.

Hingga 13 September, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sleman sebanyak 53.565 kasus, dengan rincian positif melalui pemeriksaan PCR (42.356) dan Antigen (11.413). Dari jumlah tersebut, pasien sembuh 45.999 orang atau sebanyak 86 persen dan 5.460 masih dalam perawatan.

Dinkes mencatat sebanyak 2.364 orang meninggal dunia. Tingkat kematian atau case fatality rate 4,3%. Angka kematian tersebut sudah menurun dibanding pekan lalu, yang mencapai 4,4%. "Saat ini masih ada warga yang menjalani Isoman sekitar 4.526 orang," katanya.