26,8% Puskesmas Belum Punya Dokter Gigi, FKG UGM Dorong Beasiswa
Sebanyak 26,8% puskesmas belum memiliki dokter gigi. FKG UGM mendorong beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk mengatasinya.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL--Ribuan pelajar SMP sederajat di Bantul mengikuti vaksinasi Covid-19 menjelang uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Tercatat tiga Kapanewon di Bantul menggelar vaksinasi pelajar pekan ini.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko pada Jumat (17/9/2021) menyampaikan bila pekan ini vaksinasi pelajar digelar di tiga wilayahyakni Pleret, Imogiri, dan Sedayu. Vaksinasi bertempat di salah satu sekolah dalam wilayah kapanewon tersebut dengan sasaran pelajar dari berbagai sekolah. SMP 2 Pleret misalnya, lokasi tersebut digunakan vaksinasi untuk pelajar dari tujuh sekolah di Kapanewon Pleret
"Alhamdulillah pada hari ini dilakukan vaksinasi di tiga lokus untuk pelajar. Pertama di Kapanewon Imogiri, di sana ada lima sekolah dengan target 2000 peserta. Kemudian di sini, wilayah Kapanewon Pleret ada tujuh sekolah baik SMP maupun MTS targetnya 2300 siswa. Satu lokus lagi di Sedayu, SMP 1 dan 2 serta swasta targetnya 1200 siswa," terangnya.
Dalam waktu dekat ini Isdarmoko berharap pelaksanaan vaksinasi bisa maksimal. "Karena pak Gubernur mengehendaki 80 persen itu baru bisa tatap muka. Itu baru kita ngejar terus, makanya satu hari bisa terjadi dua lokus tiga lokus kita lakukan vaksinasi," tandasnya.
Isdarmoko menargetkan capaian vaksinasi pelajar SMP bisa sampai 30 persen pekan ini. "Kemudian nanti minggu depan harapannya ini bisa lebih maksimal lagi, kita memang targetnya nanti bisa di atas 50 persen dan terus berjalan sampai akhir September. Harapannya bisa 100 persen," ungkapnya.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo yang meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di SMP 2 Pleret menuturkan Pemkab Bantul akan terus berupaya mencari sumber vaksin agar vaksinasi bisa dilaksanaan terus menerus. Vaksinasi pelajar yang dilakukan di SMP 2 Pleret misalnya, merupakan vaksinasi kerja sama dengan Kementerian Perhubungan.
"Hari ini dari 824.000 masyarakat Bantul yang harus divaksin, kita baru dapat memvaksin sekitar 59 persen. Cita-cita kita semuanya bisa mencapai 75 sampai 80 persen, baru lah bila bisa mencapai itu herd immunity akan kita dapatlan," tuturnya.
Vaksinasi pelajar disebutkan Joko adalah salah satu upaya Pemkab Bantul untuk mendukung uji coba tatap muka sekolah. "Sebelum tatap muka, murid-murid SMP harus divaksin dulu. Kita vaksin dulu supaya semua orang tua wali murid nyaman, tenang. Anak-anakku mau tatap muka sudah divaksin. Kedua anak-anak yang sekolah tenang dan nyaman, semangat," tandasnya.
"Vaksin ini ketika sudah dilaksanakan, kula nyuwun titip kepada adik-adik pelajar semua, menjaga dan wajib disiplin protokol kesehatan. Tidak boleh setelah divaksin, terus kemudian tidak melaksanakan prokes," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 26,8% puskesmas belum memiliki dokter gigi. FKG UGM mendorong beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk mengatasinya.
RSUD Manggarai rusak akibat gempa M7,7. BNPB menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal untuk menjaga layanan kesehatan.
Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah.
BNPB mencatat 53 orang meninggal dan 137 terluka akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 5.659 warga mengungsi hingga Minggu.
Menko Polkam Djamari Chaniago mengajak masyarakat menjaga perdamaian Aceh dan kondusivitas Papua serta menyampaikan aspirasi secara damai
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman