21 Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19 Diprioritaskan Pendampingan

Ilustrasi. - Freepik
21 September 2021 08:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berkomitmen mendampingi anak yatim piatu yang kedua orang tuanya meninggal karena Covid-19. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Jogja, Edy Muhammad, ada 21 anak di Kota Jogja yang yatim piatu dampak Covid-19. Sementara anak yang yatim atau piatu berjumlah 248 anak.

Jumlah 21 anak yatim piatu ini hasil verifikasi di lapangan. "Langkah yang kami lakukan kan ada verifikasi di lapangan, hasilnya ternyata yang yatim piatu jadi 21. Karena ada yang orang tuanya itu ternyata bukan meninggal dua-duanya," kata Edy, Senin (20/9/2021).

BACA JUGA : Baru 9 Kapanewon di Bantul yang Kumpulkan Data Anak

Selain verifikasi data, petugas yang berasal Satuan Tugas Siap Gerak Atasi Kekerasan (Sigrak) dan Mitra Keluarga PKK Kota Jogja juga melihat kondisi anak. Nantinya intervensi dari Pemkot Jogja sesuai kebutuhan. Bisa dari sisi sosial, ekonomi, kejiwaan atau lainnya.

"Ada yang syok, namanya juga ditinggal kedua orang tuanya. Masih anak-anak. Akhirnya didampingi psikolog juga," kata Edy.

Pendampingan anak yatim, piatu, dan yatim piatu ini melibatkan berbagai pihak. Dalam hal regulasi berkoordinasi dengan bagian Kesejahteraan Masyarakat Kota Jogja. Dalam pola asuh anak, Pemkot Jogja juga menggandeng lembaga swadaya masyarakat yang memiliki panti asuhan.

Dinas Sosial (Dinsos) juga akan terus memperbaharui data. Tidak hanya yatim piatu terdampak Covid-19, Dinsos juga mendampingi yatim piatu yang bukan karena Covid-19. "Dinsos punya program juga, terus beberapa LSM yang bermitra dengan kami. Jadi kalau ada anak yang butuh pengasuhan alternatif kami siap. Dari berbagai kondisi akan kami carikan yang terbaik bagi anak," kata Edy.

BACA JUGA : Hanya 3 Kecamatan di Bantul, Sudah Ada Ratusan Anak

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, penanganan anak-anak yang menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu akibat Covid-19 melibatkan berbagai pihak dan lembaga sosial.

Pendampingan ini juga akan berkesinambungan. “Intervensi perlu dilakukan, misalnya untuk mendukung kebutuhan pendidikan dengan beasiswa atau dukungan lainnya,” kata Heroe.