17 Agustus Makin Bermakna dengan Deretan Film Bertema Kemerdekaan Ini
Rekomendasi 8 film kemerdekaan Indonesia yang wajib ditonton saat 17 Agustus, dari Merah Putih hingga Bumi Manusia, penuh nilai perjuangan dan nasionalisme.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Pendataan terhadap anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 oleh Pemkab Bantul dipastikan molor. Hal ini menyusul belum semua kapanewon menyerahkan data anak yang menjadi yatim, piatu dan yatim piatu karena Covid-19.
"Sampai kemarin baru sembilan kapanewon yang telah mengumpulkan data. Ada sekitar 500-an sejauh ini yang sudah masuk," kata Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Bantul Anwar Nur Fahrudin, Selasa (31/8/2021).
BACA JUGA : Jokowi Sebut Peringkat Vaksinasi Indonesia Tidak Terlalu Buruk
Meski demikian, Anwar mengaku belum bisa mengungkapkan kapanewon mana saja yang telah mengumpulkan data anak yatim piatu. Selain itu, Anwar juga belum bisa mengungkapkan kapanewon mana saja yang belum mengumpulkan data.
"Yang jelas, kemarin kesepakatannya pengumpulan data diundur sampai 6 September. Untuk kendala, sebenarnya tidak banyak kendala. Mereka yang belum mengumpulkan karena masalah format saja. Jadi harus menyesuaikan format dari kemensos," lanjut Anwar.
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko meminta kepada Pemkab Bantul untuk tidak hanya memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk anak yatim piatu. Khususnya yang ditinggal oleh orang tuanya yang meninggal karena Covid-19.
BACA JUGA : LaporCovid Harap Jokowi Menolak Vaksin Booster
"Karena mereka juga butuh bantuan lainnya," jelas Miko.
Menurut Miko, pemberian bantuan terhadap anak yatim piatu, khususnya yang ditinggal orang tua karena Covid-19 sejatinya bisa dilakukan melalui pos anggaran lain.
"Kan bisa diambikan dari pos lainnya. Karena tidak mungkin jika mereka hanya diberikan perlengkapan sekolah," terang Miko.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan jika telah menyiapkan bantuan-bantuan serta jaminan sosial bagi yatim piatu akibat Covid-19.
"Ada tiga yang kami siapkan. Satu jaminan kesehatan, dua jaminan pendidikan yang ketiga jaminan hidup," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rekomendasi 8 film kemerdekaan Indonesia yang wajib ditonton saat 17 Agustus, dari Merah Putih hingga Bumi Manusia, penuh nilai perjuangan dan nasionalisme.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Gempa M6,2 mengguncang Sulawesi Tengah pada Sabtu malam. BNPB mencatat satu orang meninggal dan dua gedung kantor rusak.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB