Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Pendataan terhadap anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 oleh Pemkab Bantul dipastikan molor. Hal ini menyusul belum semua kapanewon menyerahkan data anak yang menjadi yatim, piatu dan yatim piatu karena Covid-19.
"Sampai kemarin baru sembilan kapanewon yang telah mengumpulkan data. Ada sekitar 500-an sejauh ini yang sudah masuk," kata Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Bantul Anwar Nur Fahrudin, Selasa (31/8/2021).
BACA JUGA : Jokowi Sebut Peringkat Vaksinasi Indonesia Tidak Terlalu Buruk
Meski demikian, Anwar mengaku belum bisa mengungkapkan kapanewon mana saja yang telah mengumpulkan data anak yatim piatu. Selain itu, Anwar juga belum bisa mengungkapkan kapanewon mana saja yang belum mengumpulkan data.
"Yang jelas, kemarin kesepakatannya pengumpulan data diundur sampai 6 September. Untuk kendala, sebenarnya tidak banyak kendala. Mereka yang belum mengumpulkan karena masalah format saja. Jadi harus menyesuaikan format dari kemensos," lanjut Anwar.
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko meminta kepada Pemkab Bantul untuk tidak hanya memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk anak yatim piatu. Khususnya yang ditinggal oleh orang tuanya yang meninggal karena Covid-19.
BACA JUGA : LaporCovid Harap Jokowi Menolak Vaksin Booster
"Karena mereka juga butuh bantuan lainnya," jelas Miko.
Menurut Miko, pemberian bantuan terhadap anak yatim piatu, khususnya yang ditinggal orang tua karena Covid-19 sejatinya bisa dilakukan melalui pos anggaran lain.
"Kan bisa diambikan dari pos lainnya. Karena tidak mungkin jika mereka hanya diberikan perlengkapan sekolah," terang Miko.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan jika telah menyiapkan bantuan-bantuan serta jaminan sosial bagi yatim piatu akibat Covid-19.
"Ada tiga yang kami siapkan. Satu jaminan kesehatan, dua jaminan pendidikan yang ketiga jaminan hidup," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.