Kasus Covid di DIY Melandai, Rumah Sakit Mulai Geser Bed

Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, Minggu (4/7/2021). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
21 September 2021 17:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY menyebut bed occupancy rate (BOR) khusus pasien Covid-19 sudah menurun drastis karena kasus Covid-19 sudah melandai. Bahkan beberapa rumah sakit di DIY sudah menggeser bed atau tempat tidur khusus Covid-19 untuk pasien umum atau non-Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengatakan BOR rumah sakit khusus tempat tidur isolasi untuk Covid-19 saat ini sudah mengecil atau sudah di bawah 20%. Namun yang perlu diwaspadai adalah BOR kritikal atau ICU yang masih 35%, meski tetap di bawah angka nasional.

BACA JUGA: RSPS Bantul Mulai Alihkan Tempat Tidur Covid-19 untuk Pasien Umum

Menurut dia, BOR ICU keterisian harian biasanya penuh sampai di angka 20% meski tidak dalam masa pandemi Covid-19.

Pembajun mengatakan rumah sakit mengubah atau menggeser tempat tidur yang tadinya dikhususkan untuk pasien Covid-19 menjadi tempat tidur pasien umum.

“Beberapa rumah sakit sudah mulai mengeser tempat tidur Covid-nya untuk reguler tetapi dengan perjanjian, begitu nanti angka kasus [Covid-19] naik, mereka akan siap untuk kembali mendedikasikan bed untuk Covid-19. Mudah-mudahan enggak ada gelombang lagi,” ujar Pembajun, Selasa (21/9/2021).

Menurut Pembajun, hanya beberapa rumah sakit yang menggeser bed Covid-19 ke non-Covid-19. Paling hanya sekitar 60%.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan sewaktu-waktu bed bisa diubah lagi khusus untuk pasien Covod-19.

Baskara Aji menyatakan tetap belum bisa megalihfungsikan tempat isolasi terpusat (isoter) ke hal lain untuk mengantisipasi kasus Covid-19 naik lagi. Hotel Mutiara sampai saat ini masih disiapkan sebagai isoter dan sudah bisa ditempati meski kosong.