Nelayan Sadeng Gunungkidul Kini Lebih Paham tentang Iklim

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat menjadi pembicara dalam sekolah lapang cuaca nelayan (SLCN) yang berlangsung di kawasan Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo. Selasa (21/9/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
21 September 2021 17:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 50 nelayan di Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Pelabuhan Sadeng, Selasa (21/9/2021). Pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat pada saat beraktivitas di laut.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan program sekolah lapang bagi nelayan merupakan yang pertama kali. Selama ini program lebih banyak menyasar ke kelompok petani. “Kali ini sekolah iklim diberikan kepada para nelayan,” kata Dwikorita.

BACA JUGA: Warga Kampung Mendungan Jogja Ubah Lahan Tak Terawat Menjadi Pertanian Produktif

Menurut dia, para nelayan membutuhkan pelatihan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang iklim. Lokasi mencari ikan di perairan Laut Selatan memiliki gelombang yang tinggi sehingga dapat membahayakan keselamatan para nelayan. “Jadi kami berikan pelatihan dan pengetahuan tentang iklim  untuk keamanan nelayan pada saat beraktivitas di laut,” katanya.

Menurut dia, pengetahuan iklim tidak hanya untuk keamanan tetapi juga sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil tangkapan. BMKG sudah membuat aplikasi tentang pemetaan zona-zona tangkapan ikan di laut yang bisa dimanfaatkan para nelayan. “Jadi manfaatnya sangat banyak bagi para nelayan,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Jogja, Reni Kraningtyas. Dia mengatakan ada tiga materi pokok yang disampaikan dalam SLCN. Materi-materi ini berisi tentang cara membaca informasi tentang iklim, pengenalan alat observasi, serta pemahaman informasi cuaca dan iklim kemaritiman.

“Kegiatan SLCN kami menggunakan metode belajar dengan langsung mempraktikan secara langsung. Metode ini bagus karena para nelayan bisa langsung mencoanya secara langsung apa yang diajarkan,” katanya.

BACA JUGA: Dulu Susah Sinyal, Sekarang Kampung Ngentak Mangir Jadi Kampung Internet

Reni juga memastikan pelaksanaan kegiatan ini juga mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Tetap dengan protokol karena penting demi kesehatan bersama dan kami bersyukur semua berjalan dengan lancar,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik program sekolah lapang iklim yang diberikan kepada para nelayan di Sadeng. Ia berharap pengetahuan yang didapatkan bisa menjadi bekal untuk meningkatkan hasil produktivitas di bidang kelautan.