Pemkot Jogja Maksimalkan Penjualan Bibit Tanaman Secara Online

Berbagai jenis tanaman yang ada di DPP Kota Jogja beberapa waktu lalu. - Istimewa/DPP Jogja
22 September 2021 18:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja membuat Layanan Belanja Online dan Digitalisasi Katalog atau Labelin Dika. Inovasi ini sebagai upaya memaksimalkan penjualan bibit secara online.

Dengan jangkauan yang lebih luas, DPP Kota Jogja berharap masyarakat bisa mengakses bibit seperti tanaman toga dan tanaman buah dalam pot (tabulampot).

BACA JUGA: Pembangunan Kawasan Krakal Terancam Mandek Tahun Depan

Menurut Kepala Bidang Pertanian DPP Kota Jogja, Eny Sulistyowati, Labelin Dika merupakan respons atas menurunnya jumlah kunjungan masyarakat ke area DPP Kota Jogja. Hal ini juga menurunkan penjualan bibit mereka. ''Inovasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat membeli bibit tanaman tanpa datang langsung. Selain itu, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19,'' kata Eny, Selasa (21/9/2021).

Masyarakat bisa melihat berbagai jenis bibit dan ketersediaannya di katalog digital. Katalog ini bisa dicek di akun Instagram @katalog.dinpertangan. "Dengan melihat di katalog, masyarakat akan mengetahui tanaman apa saja yang dijual. Sehingga jika tanaman yang diinginkan tidak tersedia tidak perlu datang ke lokasi,” kata Eny.

“Pada katalog tersebut masyarakat juga dapat mengetahui tanaman yang dijual beserta harga dan jumlah tanaman siap jual."

Sistem pembayaran juga tersedia melalui cashless. Masyarakat bisa menggunakan BPD mobile, Gopay, Shoope Pay, Link Aja, Dana, serta OVO. Segala terobosan ini diharapkan memudahkan masyarakat dan bisa memberikan pelayanan yang lebih optimal meski di masa pandemi.

Selain menjual bibit, DPP Kota Jogja juga secara berkala memberikan bantuan bibit pada kelompok pertanian yang tersebar di Jogja. Salah satu penerima bantuan bibit yaitu Kelompok Tani Dewasa (KTD) Pelangi di Kampung Mendungan, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo.

BACA JUGA: Kantor Layanan Publik di Bantul Belum Ada Rencana Terapkan PeduliLindungi

Ketua KTD Pelangi, Budi Santosa, bersama anggotanya membuka lahan tidak terawat yang kemudian dijadikan lahan pertanian produktif. Selain menjadi kegiatan di kala luang, pembuatan lahan pertanian sebagai upaya ketahanan pangan. Lokasi yang di tengah perkotaan juga untuk mendekatkan produsen makanan ke rumah warga.

KTD Pelangi mendapat bantuan beberapa bibit sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari. Selain bantuan bibit, Budi juga berharap ke depan ada edukasi terkait pertanian kepada para anggotanya.

“Kami ingin menjadikan kelompok tani ini menjadi kelompok tani yang maju. Ada unsur edukatif, mempunyai daya rekreatif, dan menjadi agribisnis kedepannya. Serta betul-betul merawat dan memelihara supaya bantuan itu lebih menyejahterakan petani, khususnya kelompok kami,” katanya.