Kantor Layanan Publik di Bantul Belum Ada Rencana Terapkan PeduliLindungi

Wisatawan melakukan pemindaian menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat berwisata di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (17/9/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
22 September 2021 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sejumlah kantor pelayanan publik di Bantul dipastikan belum ada rencana menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk pengunjung.

Hal ini menyusul belum adanya perintah secara resmi terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi dan belum ada barcode untuk penerapan aplikasi tersebut.

Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono mengatakan, sampai hari ini belum ada perintah untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk pengunjung yang hendak melakukan pelayanan publik. Sehingga sampai saat ini juga belum ada penerapan aplikasi PeduliLindungi di kapanewon Sanden.

"Kami belum terapkan. Selain itu, kami juga belum ada barcode untuk aplikasi tersebut," katanya.

Baca juga: Capaian Masih Rendah, Bantul dan Gunungkidul Diminta Percepat Vaksinasi

Hal sama juga terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bantul. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Adminstrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Bantul Emy Nikmawati mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum ada rencana menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk pengunjung.

"Karena dari Dirjen Adminduk juga belum ada perintah untuk penerapan aplikasi tersebut. Kami juga belum ada barcode untuk scan PeduliLindungi," kata Emy.

Menurut Emy, jika nantinya sudah ada perintah resmi, pihaknya siap untuk melaksanakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Sejauh ini, diakui Emy, meski telah memaksimalkan pelayanan secara online, namun banyak pengunjung yang tetap datang ke Disdukcapil untuk meminta bantuan pengurusan administrasi kependudukan.

"Setiap hari masih ada sekitar 50an orang. Kami hanya membantu mereka dalam kepengurusan administrasi," ucap Emy.