PSGY 2021 Menjadi Ajang Pegrafis Beradu Karya   

Suasana pembukaan PSGY 2021 yang mengangkat tema SCHABLON yang diselenggarakan oleh Komunitas Grafis Minggiran bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, di Kiniko Art Space, Bantul, Selasa (21/9). (ist - PSGY 2021)
22 September 2021 07:07 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pekan Seni Grafis Yogyakarta (PSGY) 2021 yang ketiga kalinya resmi dibuka pada Selasa (21/9) sore di Kiniko Art Space, Kasihan, Bantul.

PSGY merupakan ajang dwi tahunan. Tahun ini mengangkat tema SCHABLON yang diselenggarakan oleh Komunitas Grafis Minggiran bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menyebut komitmen jawatannya untuk terus memfasilitasi seniman dalam berkesenian menjadi pedoman untuk mendukung PSGY 2021. Meskipun dikemas secara daring dan luring secara terbatas, namun kegiatan ini dianggap upaya yang tepat di masa pandemi Covid-19. Penyelenggaraan PSGY dilakukan untuk menjaga ekosistem seni rupa khususnya seni grafis agar terus bergerak maju meskipun banyak tantangan yang harus dilewati. 

"Kegiatan tetap menghadirkan event yang menarik. Nantinya side event seperti biasanya kompetisi cukil battle, rangkaian workshop dan pameran tetap hadir meskipun ada yang menggunakan format taping yang nanti akan ditayangkan di kanal Youtube Dinas Kebudayaan Taste of Jogja," ujar Dian. 

Dian menambahkan melalui pameran grafis ini, apresiasi masyarakat pada seni grafis dapat kian ditingkatkan. Setelah mengenal karya-karyanya, masyarakat juga dapat belajar lebih dalam tentang seni grafis dengan mengikuti acara-acara pendamping yang telah siap dihadirkan sepanjang pelaksanaan kegiatan itu.  

"Harapannya PSGY dapat menjadi pestanya insan grafis yang selalu ditunggu-tunggu. Menjadi wadah para pegrafis Indonesia untuk beradu karya, membangun wacana dan mengembangkan inovasi-inovasi demi kemajuan seni grafis Indonesia," katanya. 

Kurator PSGY 2021, Bambang Toko mengatakan pameran karya yang ditampilkan pada penyelenggaraan PSGY 2021 kali ini adalah karya-karya seni grafis dengan teknik sablon atau silk screen. Ada sejumlah karya yang dipamerkan dengan special presentation 1 karya Andy Warhol dan 2 karya dari Liu Ye koleksi Jumaldi Alfi, serta 12 karya silk screen dari kelompok Decenta (Bandung) yang terdiri dari Sunaryo, AD Pirous, (alm) G. Sidharta, T. Sutanto, Priyanto Sunarto dan Diddo Kusdinar, maupun koleksi Butet Kertaradjasa. Selain itu, ada pula 12 karya silk screen atau sablon koleksi jurusan Seni Murni FSR ISI Jogja. 

"PSGY 2021 menyertakan sekitar 43 karya dari seniman undangan dan 17 karya seniman yang lolos seleksi aplikasi. Total karya yang dipamerkan adalah 73 karya," ujarnya. 

Berbagai Lomba

Ketua PSGY 2021, Deni Rahman menyebut, selain pameran dengan mengacu pada kuratorial SCHABLON atau dari teknik cetak pada baju menjadi ekspresi seni grafis, pihaknya juga menggelar berbagai program lomba yakni cukil battle dan sablon pelajar. Program lain yang tak kalah menarik yaitu art workshop yang berlangsung selama enam hari.

"Dan program yang menjadi akhir dari rangkaian acara PSGY 2021 adalah webinar pada 22 September 2021 dengan tajuk SCHABLON- Antara Industri dan Karya Seni dengan empat pembicara di antaranya [perwakilan] dari PT Aseli Dagadu Djokdja, Krack Studio serta dua pembicara dengan latar belakang seniman serta dosen seni grafis," kata dia. (ADV)