Pedagang Tuna Netra Kini Bisa Jualan Tetap di Pasar Ngasem
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jogja menuntut terdakwa KAP, 16, terdakwa kasus tindak pidana kejahatan jalanan atau lazim disebut klithih Kotagede dengan hukuman satu tahun tujuh bulan penjara dalam sidang peradilan Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Pengadilan Negeri (PN) Jogja yang berlangsung, Jumat (24/9/2021). JPU menilai bahwa tindakan terdakwa bersalah karena melakukan kekerasan terhadap anak hingga mengakibatkan luka berat.
Humas PN Jogja, A Suryo Hendratmoko mengatakan, tuntutan terhadap terdakwa dibacakan oleh JPU Kejaksaan Negeri setempat yakni Himawanti Setyaningsih dalam sidang yang dipimpokeh hakim anak Agus Setiawan. Dalam dakwaannya, JPU menilai terdakwa KAP dinyatakan bersalah melakukan kekerasan terhadap anak hingga mengakibatkan korban KS, 16, mengalami luka berat. "Terdakwa dituntut dan dinyatakan bersalah telah melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat di bagian wajah," kata Suryo.
Selain itu, hukuman penjara terdakwa KAP juga dituntut wajib menjalani pelatihan kerja selama enam bulan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY. Pihak terdakwa diberikan waktu selama lima hari untuk menyiapkan pledoi atau pembelaan terhadap tuntutan itu. "Tuntutannya satu tahun tujuh bulan penjara. Dan pelatihan kerja di BPRSR Dinsos selama enam bulan," ungkap Suryo.
BACA JUGA: Belasan Gerai Ditutup, Ini Sejarah Matahari di Indonesia
Kuasa hukum korban, Heniy Astiyanto menyebut, tuntutan yang dilakukan oleh JPU dinilainya sudah cukup adil dan diharapkan bisa memberikan efek jera kepada pelaku klitih. Selama ini masyarakat terus merasa resah dengan bayang-bayang klitih dan merasa takut saat keluar di malam hari.
"Walaupun belum maksimal tapi bisa jadi hukumannya bertambah. Dan dengan tuntutan ini rasa keadilan terobati. Sebab dari dulu kan mereka hanya dituntut ringan," terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.