Posko Gabungan Ditutup, Metode Pencarian Selamiyo di Gunung Merapi Diganti

Tim gabungan berkoordinasi dalam pencarian Selamiyo, di Posko Bukit Klangon, Kamis (23/9/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
24 September 2021 21:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN -Meski belum berhasil ditemukan, pencarian Selamiyo, warga Padukuhan Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan dihentikan dan diganti pemantauan pada Jumat (24/9/2021). Untuk sementara posko di Klangon ditutup.

Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta, Lalu Wahyu Effendi, mengatakan berdasarkan evaluasi dan kordinasi dengan semua Pihak termasuk pihak keluarga survivor, disepakati upaya pencarian hari ketiga berganti metode pencarian dengan pemantauan.

“Metode pencarian diubah menjadi pemantauan ini bukan berarti pencarian dihentikan, namun metode pemantauan ini adalah tidak ada aktifitas SAR Gabungan untuk melakukan pencarian dengan menyisir naik ke atas lokasi survivor di lokasi terakhir terlihat,” ujarnya, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Terdakwa Klithih Kotagede Dituntut Penjara 1 Tahun 7 Bulan

Dalam metode pemantauan ini, Basarnas Yogyakarta tetap berkordinasi, berkomunikasi dan menyambangi musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Cangkringan serta sejumlah komunitas yang berada di wilayah Merapi.

Ia mengungkapkan alasan penggantian metode ini pertama mempertimbangkan kondisi Gunung Merapi yang saat ini sedang erupsi dengan status Siaga. Posko Sar Gabungan dan lokasi kejadian serta area pencarian sudah masuk kawasan rawan bencana (KRB) 3, sehingga sesuai arahan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yakni tidak boleh ada aktifitas di KRB 3 selama status Merapi Siaga.

“Kedua, mengingat DIY masih PPKM [pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat] level 3, untuk mencegah kerumunan banyak orang karena proses pencarian melibatkan banyak personil maka dari pihak Muspika untuk Posko SAR Gabungan ditutup,” katanya.

Tim gabungan dari SAR DIY, Basarnas dan sejumlah relawan telah menerjunkan sebanyak tujuh regu atau sru, yang masing-masing beranggotakan 10 orang untuk mencari Selamiyo pada Kamis (24/9/2021). Pencarian dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, dengan hasil nihil.

Baca juga: Pemda DIY Sarankan Pembelajaran Tatap Muka SD Ditunda

Adapun lokasi pencarian meliputi Sru I menyisir sungai talang menuju survivor terahir di lihat saksi. Terlihat bekas alur jejak namun tersapu hujan. Sru naik sampai batas vegetasi sungai Woro Gede dan Woro Kecil, gebyok.

Sru II menyisir Sor Gantol menuju Bukit Kukusan. Melanjutkan ke arah barat. Jalan tidak bisa di lewati, medan bebatuan tidak ada akses jalan. Sru III menyisir bantaran sungai gendol. Dari atas bungker, mata air gua Jepang, sampai bawah Bukit Cemoro.

Sru IV menyusuri Sungai Talang dan punggungan, vegetasi dan medan terjal, melanjut ke arah hulu Sungai Talang. Sru V menyusur punggungan arah Bukit Kukusan sisi timur, menuju ke arah kanan ke Sungai Woro.

Kemudian Sru VI menyusuri Sungai Talang bawah, naik ke utara, naik punggung ngan sisi barat, berputar ke selatan, vegetasi rendah sebagai lokasi merumput warga. Sru VII melewati sungai talang, ke arah kanan, jalur sepeda motor untuk mencari rumput, turun ke Woro Besar.