Advertisement

Ratusan Pelayat Lepas Kepergian Jenazah Ki Bayu Sugati

Lugas Subarkah
Selasa, 28 September 2021 - 14:07 WIB
Budi Cahyana
Ratusan Pelayat Lepas Kepergian Jenazah Ki Bayu Sugati Jenazah Ki Bayu Sugati diantarkan dari rumah duka menuju makam, Selasa (28/9/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Ratusan pelayat menghadiri pemakaman dalang Ki Bayu Sidok Supriyadi atau yang dikenal dengan Ki Bayu Sugati, di kediamannya, Dusun Pajangan, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Selasa (28/9/2021).

Para pelayat merupakan keluarga, teman sesama seniman, dan sejumlah pejabat Pemkab Sleman termasuk Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dan Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Jenazah dimakamkan pukul 11.10, berangkat dari rumah duka menuju Makam Agung Kastubo Mulyo, di Dusun Pajangan. Isak tangis keluarga mengiringi pelepasan jenazah ke makam.

Salah satu kerabat yang juga pelawak, Bambang Rabies, hadir di rumah duka. Bambang Rabies merupakan kakak sepupu Ki Bayu Sugati. Keduanya merupakan anak dari dua dalang bersaudara kenamaan gaya Yogyakarta, Ki Sugito dan Ki Sugati.

Ia menuturkan Ki Bayu mulai sakit sejak tiga bulan terakhir, hingga harus bolak-balik rumah sakit. "Saya nunggoni tapi tidak dari dekat. Saya tanyai pie, katanya lara banget," ujarnya.

Ki Bayu telah menemukan bakatnya sejak SD, dengan sering mengisi pertunjukan lawak di sekolahnya. Kemudian sejak sekitar 1982, Ki Bayu sudah sering melawak dengan mengajak Bambang Rabies.

Ki Bayu terus mengembangkan bakatnya, merambah seni pedalangan dan ketoprak. Hingga sebelum tutup usia Ki Bayu tetap aktif mendalang dan bermain ketoprak. "Kalau di ketoprak saya yang ndhagel, Bayu yang jadi roll, lakonnya," katanya.

Bakat seni Ki Bayu diturunkan ke anaknya. Semenjak kondisi kesehatannya menurun, tugas Ki Bayu untuk mendalang sering digantikan anaknya, yang tentu saja atas persetujuan penanggap.

Advertisement

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, mengatakan sangat kehilangan seniman yang melanjutkan trah Gito-Gati. "Ki Bayu sangat berpengaruh dan kami sangat kehilangan," katanya.

Ki Bayu menurutnya aktif bersama istrinya yang menjadi dukuh, dalam mengembangkan seni dan budaya di lingkungannya. "Selalu membantu kami dalam pelestarian kebudayaan," katanya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement