Begini Kronologi 2 Sepeda Motor Terbakar di Jalan RE Martadinata Jogja

Dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan hingga terbakar di Jalan RE. Martadinata Pasar Serangan pada Rabu (29/9/2022) pagi. - Istimewa
29 September 2021 13:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dua sepeda motor terlibat kecelakaan hingga terbakar hangus di kawasan Jalan RE Martadinata Pasar Serangan, Ngampilan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, pada Rabu (29/9/2021) pagi.

Insiden terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Kobaran api menyala cukup besar. Untungnya, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

Panit Lantas Polsek Wirobrajan, Ipda Ngadiyono, menjelaskan peristiwa ini melibatkan dua unit kendaraan masing-masing Honda Kirana bernomor polisi AB 4854 BI dengan sepeda motor Honda Megapro bernomor polisi AB 3485 AI. "Kirana dikendarai oleh TS, 36, warga Mancasan dan Megapro oleh AY, 19, warga Sedayu," kata dia.

Kejadian bermula saat pengendara sepeda motor Honda Kirana dan pengendara sepeda motor Megapro berjalan dari arah barat ke timur. Saat itu sepeda motor yang dikendarai TS berada di depan sementara AY melaju di belakangnya. Saat tiba di lokasi kejadian, TS tiba-tiba oleng dan tertabrak oleh AY yang persis berada di belakangnya.

"Saat motor terjatuh, timbul percikan api di sepeda motor Megapro, mungkin karena kondisi BBM penuh dan slang terlepas sehingga kedua motor tersebut terbakar," ungkapnya.

Posisi menyebut sepeda motor hangus saat api dipadamkan. Honda Kirana milik TS kondisinya hangus bagian depan dengan jok motor melepuh. Sementara Megapro nyaris 70 persen hangus dan hanya tersisa rangka serta kedua roda dari motor tersebut.

Kasi Operasional dan Penyelamatan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja, Mahargyo, menyebut petugas menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani insiden itu. Kejadian juga sempat menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi hingga petugas berhasil memadamkan api, perlahan-lahan arus lalu lintas kembali kondusif.

"Satu unit mobil damkar kami terjunkan dan saat di lokasi api sudah padam. Ada warga yang sudah memadamkan menggunakan APAR lebih dulu," ujarnya.