Gereja St. Yohanes Rasul Gelar Vaksinasi untuk 1.500 Warga

Gereja St Yohanes Rasul Somohitan bekerja sama dengan PMI Kab Sleman menggelar vaksinasi Covid/19 . Ist.
02 Oktober 2021 22:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir. Pemerintah terus berupaya menekan laju penularan, salah satunya dengan melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal.

Guna mendukung program percepatan vaksinasi nasional menuju Indonesia sehat, Gereja St Yohanes Rasul Somohitan bekerja sama dgn PMI Kab Sleman dan didukung oleh Pemuda Katolik Komda DIY dan Komisi Kerasulan Mahasiwa (Kokerma) DIY untuk menggelar vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Sinovac untuk dosis pertama di Halaman Parkir Gereja St. Yohanes Rasul Somohitan, Turi pada Sabtu (2/10/2021).

Ketua Panitia Vaksinasi Massal Gereja St. Yoh Rasul Somohitan menjelaskan bahwa jumlah vaksin yg disediakan sejumlah 1500 kuota. Warga sangat antusias mengikuti program vaksinasi Covid-19 tersebut.

"Masyarakat sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi ini, target kami 1.500 orang untuk warga masyarakat di Kapanewon Turi dan sekitarnya dan vaksin ini gratis tanpa dipungut biaya apa pun," kata Y. Antoni Wibowo,SE dalam keterangannya, Sabtu (2/10/2021).

Pria yang akrab disapa Mas Antoni itu menambahkan, peserta vaksinasi terlebih dahulu melakukan registrasi secara online untuk mendapatkan vaksin dosis pertama dan melakukan registrasi ulang di lokasi vaksinasi yakni di Gereja St. Yohanes Rasul Somohitan.

"Pelaksanaannya berjalan dengan baik, dan tentu sesuai SOP yang ada, juga tetap melaksanakan protokol kesehatan," ujarnya.

Ketua Dewan Pastoral Paroki Somohitan B. Didik Herlambang menambahkan panitia berupaya melayani masyarakat untuk mengikuti vaksinasi dengan ramah. "Jangan marah dan kalau ada pertanyaan dari masyarakat tdk boleh ada jawaban saya tidak tahu. Kita harus melayani secara optimal mungkin," ujarnya.

Kegiatan vaksinasi gratis ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Gereja St. Yohanes Rasul Somohitan terhadap kesehatan masyarakat untuk menangkal wabah tersebut.

"Percepatan vaksinasi ini dalam rangka untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok agar penyebaran Covid-19 bisa kita hambat, dan juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja dalam pemulihan ekonomi pasca krisis pandemi Covid-19," lanjutnya.

Antoni berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sampai di sini, semoga program vaksinasi ini dapat memacu partai-partai lain untuk menggelar aksi yang sama, di titik-titik lokasi lainnya dalam upaya meningkatkan kepedulian akan kesehatan masyarakat Indonesia.

"Kita harus gotong royong membantu pemerintah untuk berperang melawan Covid-19, untuk Indonesia yang sehat," pungkas Antoni.

Perlu diketahui sebelumnya, pemerintah semakin gencar dalam melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat dalam upaya menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Pemerintah telah melakukan program Vaksinasi Nasional Covid-19 sejak Januari 2021 dimulai dari para tenaga kesehatan (nakes), para pekerja publik, lansia, dan masyarakat umum.

Untuk mencapai kekebalan kelompok, pemerintah telah menambah target sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia, dari yang semula 181,5 juta orang menjadi 208.265.720 orang. Target tersebut dibagi menjadi beberapa tahapan, yang saat ini sedang dipercepat prosesnya seiring dengan meningkatnya ketersediaan vaksin Covid-19.