Jogja Sudah Kembali Diserbu Wisatawan, Ini Datanya

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
04 Oktober 2021 20:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Kunjungan wisatawan ke tujuh objek wisata yang sudah uji coba pembukaan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 ini terus mengalami peningkatan setiap akhir pekan. Tujuh objek wisata tersebut adalah Gembira Loka Zoo Jogja, Merapi Park Sleman, Tebing Breksi Sleman, Taman Wisata Candi Ratu Boko Sleman, Pinus Sari Bantul, Pinus Pengger Bantul, dan Seribu Batu Bantul.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan berdasarkan data wisatawan yang melakukan reservasi melalui aplikasi Visiting Jogja jumlah wisatawan fluktuatif namun cenderung ada peningkatan dari di setiap akhir pekan. Dia mencontohkan untuk Gembira Loka Zoo tiap akhir pekan dikunjungi sekitar 200 orang, Tebing Breksi naik dari sebelum-sebelumnya 400 orang menjadi 600 orang.

Kemudian tiga objek wisata di Bantul, yakni Pinus Sari Bantul, Pinus Pengger Bantul, dan Seribu Batu Bantul dikunjungi sekitar 800-1.000 orang, “Untuk Taman Wisata Candi Ratu Boko belum masuk Visiting Jogja, namun laporan harian ada 200-300 orang pengunjung,” kata Singgih, di Kompleks Kepatihan, Senin (4/10/2021).

BACA JUGA: Ada Atlet Positif Covid-19, PON Tetap Jalan

Menurut Singgih data yang disampaikannya tersebut merupakan data pengunjung di akhir pekan, “Kalau weekday [hari biasa] kunjungan masih kecil, bahkan Gembira Loka Zoo memutuskan hanya buka saat weekend,” ucap Singgih.

Namun demikian, Singgih tidak menampik masih banyak wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata yang belum direkomendasikan untuk buka seperti kawasan wisata pantai. Dia menduga masyarakat sudah jenuh dengan kondisi Covid-19 sehingga keinginan untuk berwisata ditempuh dengan cara apapun bahkan ke objek wisata yang belum buka.

Lebih lanjut Singgih mengatakan intansinya sudah mengusulkan penambahan puluhan objek wisata untuk uji coba buka di masa perpanjangan PPKM ini. Puluhan objek wisata yang disusulkan termasuk kawasan pantai yang belum mengantongi CHSE. Pihaknya meminta pertimbangan Pemerintah Pusat untuk mengizinkan buka karena faktanya sudah banyak dikunjungi sehingga dan rawan terjadi penularan karena tanpa pengawasan.