Tol Jogja-Bawen Dibangun Awal Tahun Depan, Ini Update Pembebasan Lahan

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
04 Oktober 2021 22:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen baru mencapai 1% dari seluruh total lahan yang dibutuhkan (dari Jogja hingga Bawen) sepanjang 75,82 kilometer. Konstruksi jalan tol sendiri akan dimulai pada awal 2022 mendatang.

Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja Bawen Oemi Vierta Moerdika mengatakan untuk wilayah DIY pembebasan lahan baru mencapai 18% dari kebutuhan panjang ruas 8,7 km (seksi 1). Alokasi anggaran pembebasan lahan yang terserap untuk tahap 1 ini, sudah mencapai Rp323 miliar dari total Rp365 miliar yang disediakan.

Dalam waktu dekat, katanya, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) akan mengalokasikan anggaran pembebasan lahan tambahan sebesar Rp400 miliar untuk pembayaran uang ganti kerugian (UGK) bagi warga terdampak.

"Dengan demikian, target progres pembebasan lahan untuk seksi 1 bisa kami selesaikan secepatnya karena musyawarah di desa sudah kami lakukan dan menunggu hasil validasi dari BPN dan siap untuk dilakukan pembayaran UGK," katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (4/10/2021).

BACA JUGA: Ini Tekad CEO Baru PSIM Bima Sinung

Sekadar diketahui, kegiatan musyawarah warga sudah digelar di tiga kalurahan di kapanewon Seyegan pada September lalu. Meliputi Kalurahan Margokaton, Margodadi dan Margomulyo. Saat ini warga terdampak pembangunan jalan tol ditiga kalurahan tersebut masih menunggu pembayaran UGK.

Pada pertengahan Oktober ini, kegiatan musyawarah warga akan digelar di Kapanewon Tempel. Meliputi Kalurahan Tambakrejo, Sumberejo dan Banyurejo. Menurut Oemi, target konstruksi Tol Jogja-Bawen dilaksanakan pada awal 2022 mendatang. Pembangunan jalan bebas hambatan ini akan dimulai dari Jogja dengan target beroperasi antara akhir 2023 atau awal 2024 mendatang.

"Rencana konstruksi pada awal 2022. Kegiatan konstruksi tidak menunggu pembebasan lahan 100 persen selesai sebab secara aturan kalau 75 persen lahan dibebaskan maka kegiatan konstruksi bisa dilaksanakan. Sisanya (pembebasan lahan) tetap dilanjutkan secara pararel," katanya.

Tol Jogja-Bawen untuk wilayah DIY dibangun melayang atau elevated sepanjang 4,5 kilometer di atas Selokan Mataram. Konstruksinya dimulai dari Tempel hingga Mlati. Konstruksi tol melayang sesuai dengan keinginan Pemda DIY agar tidak mengganggu Selokan Mataram yang merupakan bagian dari cagar budaya.

"Makanya desain awal tol di atas Selokan Mataram ada yang berubah. Ada zona-zona di selokan ini yang tidak boleh diganggu kegiatan konstruksi. Zona batasannya inti tiga meter dan zona penyangga lima meter yang tidak boleh diganggu. Hal ini berdampak pada biaya konstruksi yang kami kaji ulang," paparnya.

Diakuinya, ada pergeseran target konstruksi dari awalnya tahun ini namun diundur hingga awal 2022. Pergeseran tahapan tersebut menyesuaikan dengan tahapan pengadaan lahan dan ketersediaan anggaran sebagai dampak pandemi Covid-19.

Meski begitu, kata Oemi, pergeseran tahap konstuksi (dari awalnya 2021 menjadi 2022) tersebut tidak akan mengganggu tahapan lainnya. Apalagi, Izin Penetapan Lokasi (IPL) untuk wilayah Jawa Tengah juga ditargetkan rampung pada akhir November mendatang. "Ya target konstruksi memang mundur dari target awal, tapi terlambat sedikit. Kami akan menajamkan target-target tahapan lainnya dan kami yakin bisa mengejar ketinggalan," katanya.