Pemkab Sleman Evaluasi Keberlanjutan Selter

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
05 Oktober 2021 20:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Menurunnya jumlah pasien positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir membuat sejumlah selter isolasi di Sleman nyaris kosong. Merespons hal ini, Pemkab Sleman akan mengevaluasi keberlanjutan sejumlah selter yang dikelola Pemkab Sleman.

Kepala Dinas Sosial Sleman, Eko Suhargono, menjelaskan meski kondisinya hampir kosong oleh pasien positif Covid-19, sejumlah selter yang dikelola Pemkab Sleman saat ini masih beroperasi. “Masih aktif. Baru akan evaluasi dengan Dinas Kesehatan maupun BPBD [Badan penanggulangan Bencana Daerah],” ujarnya, Selasa (5/10/2021).

Sampai saat ini setidaknya ada sebanyak lima selter yang dikelola oleh Pemkab Sleman, yakni Unisa, Asrama Haji, Rusunawa Gemawang, Asrama UII dan FIAT UGM. Untuk kelima selter ini, Dinas Sosial Sleman berperan menyuplai makanan.

Di semua selter kata dia, kondisinya hampir sama yakni nyaris kosong. Ia mencontohkan seperti Asrama Haji hanya terisi dua, Rusunawa Gemawang terisi satu, UII dan Unisa kosong. “Itu kan perlu evaluasi karena yang terkontaminasi kan sekarang itu untuk Sleman sudah di bawah 25 orang,” katanya.

BACA JUGA: Meski Penularan Covid Sudah Terkendali, PPKM DIY Belum Turun Level

Selain tingkat penularan yang sudah semakin kecil, keterisian selter yang rendah juga disebabkan oleh pasien positif Covid-19 yang lebih memilih isolasi mandiri ketimbang isolasi di selter, lantaran kondisinya yang tidak bergejala berat.

Dengan kondisi selter tersebut, ia mengungkapkan tidak menutup kemungkinan selter akan ditutup. “Ya untuk sementara nanti diberhentikan dulu nanti baru kalau memang ada [peningkatan pasien] nanti diisi [diaktifkan] kembali,” ungkapnya.