Biro Tapem Setda DIY Fasilitasi Warga Rentan Peroleh Dokumen Adminduk

Kepala Biro Tapem Setda DIY, Hari Edi Tri Wahyu (kanan) menyerahkan dokumen adminduk anak panti asuhan yang rentan adminduk kepada Pimpinan Panti Asuhan Al-Huda, Surahman (kiri) di Panti Asuhan Al-Huda, Pucung, Wukirsari, Imogiri, Rabu (6/10/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
06 Oktober 2021 22:12 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setda DIY kembali memfasilitasi sejumlah dokumen administrasi kependudukan (adminduk) bagi warga rentan. Bergulir sejak 2020, program ini telah membantu ratusan warga DIY yang rentan adminduk dalam memperoleh dokumen kependudukan. Pada Rabu (6/10), program menyasar anak-anak di Panti Asuhan Al-Huda Pucung, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, dan Panti Asuhan Santa Maria, Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro.

Kepala Biro Tapem Setda DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho mengatakan program ini merupaka afirmasi Tapem DIY kepada penduduk yang rentan adminduk. "Kami menyasar penduduk rentan yang kesulitan mengakses pelayanan administrasi kependudukan," tuturnya saat ditemui, Rabu.

Dijelaskan Wahyu, ada banyak penduduk rentan yang menjadi sasaran program. Selain anak-anak panti asuhan, penyandang disabilitas, anak terlantar dan transgender menjadi sasaran dalam program ini. "Selama masih ada penduduk yang rentan dalam administrasi kependudukan, maka program terus kami gelar. Program ini kami laksanakan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Disdukcapil] di tingkat kabupaten dan Kota," kata Wahyu.

Kerentanan adminduk warga dapat disebabkan oleh berbagai hal. Wahyu mencontohkan di panti asuhan kebanyakan pengelola susah mencari asal-usul anak tersebut. Sementara, anak-anak tersebut harus tetap mendapat hak dalam adminduk mulai dari nomor induk kependudukan (NIK), akta kelahiran hingga adminduk lainnya. Hal serupa juga terjadi kepada anak yang hidup di jalan atau ODGJ yang mengalami kesulitan memperoleh pelayanan adminduk.

"Kami sasar, kami fasilitasi, dan kami afirmasi bersama dengan disdukcapil kabupaten/kota di DIY. Harapannya penduduk rentan yang tidak mempunyai NIK atau dokumen kependudukan semakin berkurang," ujar Wahyu.

Dokumen kependudukan sangat penting bagi masyarakat. Pasalnya, hampir semua akses fasilitas publik saat ini menggunakan dokumen kependudukan seperti akses pendidikan sampai kesehatan. "Dengan adminduk, otomatis warga menjadi punya identitas, sekaligus menjadi pintu masuk akses pelayanan publik yang lainnya. Dengan adanya NIK, punya dokumen kependudukan KTP dan akta kelahiran, maka akses pelayanan publik seperti di sektor pendidikan, kesehatan, vaksinasi, bantuan sosial, bisa semakin mudah diperoleh," kata Wahyu.

Ke depan, Biro Tapem Setda DIY terus menjaga cakupan dokumen kependudukan. "Data kependudukan memang dinamis, ada mobilitas, ada yang meninggal, ada yang lahir, harapannya cakupan dokumen kependudukan yang cukup tinggi ini bisa terjaga dan berguna untuk perencanaan pembangunan serta pelayanan publik," ujarnya.

Kepala Bagian Bina Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Biro Tapem Setda DIY, Rokhani Yuliyanti menyampaikan sejak 2020 program Fasilitasi Akta kelahiran dan KIA bagi penduduk rentan selalu melebihi target. Dari 80 target yang dipatok, pada 2020 ada ratusan penduduk rentan yang terfasilitasi melalui program ini.

Pada 2021 hingga Oktober, capaian fasilitasi adminduk bagi warga rentan juga melebihi 80 sasaran. "Kami memfasilitasi NIK bagi disabilitas dan transgender yamg membutuhkan untuk vaksinasi. Tahun ini sudah lebih dari 80 sasaran yang memperoleh," katanya.

Pimpinan Panti Asuhan Al-Huda, Surahman mengucapkan terima kasih atas bantuan pelayanan dokumen kependudukan yang diberikan Biro Tapem Setda DIY. Pasalnya, beberapa anak panti asuhan kesulitan mengkses pelayanan adminduk karena tidak memenuhi prosedur. Adanya program ini membantu anak-anak panti asuhan memiliki adminduk guna mengakses pendidikan hingga layanan kesehatan.