Pemkot Jogja Kejar Lahan Fasum, 161 Usulan Belum Terpenuhi
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Ilustrasi perekaman e-KTP - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA--Aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) Kota Jogja masih minim, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja memaparkan penyebabnya.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja, Septi Sri Rejeki menyampaikan aktivasi IKD Kota Jogja masih minim. Disdukcapil Kota Jogja mencatat aktivasi IKD telah mencapai 7,23% hingga akhir Mei 2025. Padahal, program tersebut sudah direalisasikan sejak tahun 2022.
Septi paparkan penyebab capaian aktivasi IKD masih minim. "Yang membuat masyarakat enggan rekam IKD karena ada yang masih sanksi dengan kemananan datanya," katanya, Selasa (27/5/2025).
Dia menuturkan sejumlah warga belum mengenal aplikasi untuk aktivasi IKD, sehingga warga merasa ragu untuk mengaktivasi IKD melalui telepon genggamnya masing-masing.
Selain itu menurutnya beberapa warga tidak memiliki telepon genggam yang mendukung aplikasi untuk aktivasi IKD. Kemudian, beberapa warga pun tinggal di luar DIY, sehingga membuat mereka enggan mengaktivasi IKD.
BACA JUGA: Maxride Belum Berizin, Pemda DIY Dorong Pengembangan Angkutan Massal
Untuk mengatasi kendala tersebut, Septi mengaku Disdukcapil Kota Jogja membuat program aktivasi IKD dengan sistem jemput bola. Warga yang akan mengaktivasi IKD hanya perlu membawa kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK) ke lokasi jemput bola yang telah ditentukan.
Kemudian, petugas Disdukcapil Kota Jogja akan membantu warga untuk mengaktivasi IKD melalui telepon genggam mereka. Di situ, warga juga dipaparkan mengenai manfaat aktivasi IKD. Aktivasi IKD sendiri hany memerlukan waktu sekitar lima menit.
Salah satu warga Kota Jogja yang melakukan aktivasi IKD, Hesti Aprilia mengaku terbantu dengan aktivasi IKD melalui program jemput bola.
"[Dengan program jemput bola] Tidak perlu jauh-jauh ke Kantor Disdukcapil Kota Jogja. [Prosesnya] Cepat hanya dua menit, hanya diminta mengisi dan foto," katanya. (Stefani Yulindriani)
Caption : Salah satu warga Kota Jogja yang melakukan aktivasi IKD, Hesti Aprilia melakukan aktivasi IKD dalam program jemput bola di Kota Jogja, Selasa (27/5/2025). (Istimewa)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.