Cegah Banjir di SMK Tanjungsari, Luweng Ngegong Gunungkidul Dinormalisasi
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
Wisatawan berlarian saat gelombang tinggi menerjang di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat (20/7/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Adanya pengunjung yang nekat menerobos kawasan pantai di Gunungkidul dimanfaatkan pedagang untuk membuka usaha. Geliat usaha ini mulai terlihat sejak akhir September lalu.
Salah seorang pedagang di Pantai Baron, Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Suti mengatakan, objek wisata masih ditutup hingga sekarang. Meski demikian, ia mengaku ada pengunjung yang bisa masuk ke kawasan pantai, walau pun di pos tempat pemungutan retribusi ditutup petugas.
BACA JUGA : Anak di Bawah 12 Tahun Diberi Keringanan Boleh Masuk Objek Wisata
Menurut dia, kesempatan ini dimanfaatkan pedagang untuk membuka usaha yang ditutup sejak diterapkannya PPKM Darurat di awal Juli lalu. “Saya aktif berjualan sejak akhir September. Meski tidak banyak yang beli, tapi lumayan karena ada penghasilan yang masuk,” kata Suti, Minggu (10/10/2021).
Ia mengakui wisata belum dibuka, namun para pedagang tidak bisa terus diam. Pasalnya, selama penutupan tidak ada solusi berkaitan dengan usaha yang dimiliki karena terpaksa harus ikut tutup.
“Hampir menginjak empat bulan tutupnya. Selama itu, kami hanya mendapatkan bantuan sembako dua kali. Pertama dari Polres Gunungkidul, satunya lagi dari PHRI DIY,” katanya.
Suti mengungkapkan, selain sembako tidak ada bantuan yang lain. Padahal, menurut dia, banyak pedagang memiliki tanggungan seperti angsuran pinjaman hingga biaya kebutuhan hidup sehari-hari.
BACA JUGA : Wisata untuk Anak Dibuka, Pengunjung Gembira Loka Zoo Membeludak
“Kami terpaksa berjualan karena itu satu-satunya untuk mendapatkan pendapatan,” katanya.
Suti pun berharap agar pemerintah bisa memberikan kelonggaran untuk wisata bisa dibuka kembali. “Ini satu-satunya mata pencaharian kami. Untuk penerapan protokol kesehatan, saya juga menyediakan fasilitas cuci tangan bagi pengunjung yang jajan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.
BPBD Banyumas mencatat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan menyatakan kebutuhan air bersih tercukupi. Distribusi bantuan masih berlanjut di wilayah lain.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada akhir 2026, mulai dari pembukaan rekening, bantuan pangan, BSU, hingga diskon tiket Nataru.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.
Pengacara Irjen Ahrie Sonta memastikan kliennya kooperatif dalam kasus dugaan penyadapan Presiden yang turut menyeret eks Kapolri Listyo Sigit.