Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Wisatawan di Gembiraloka Zoo. /Harian Jogja- I Ketut Sawitra Mustika
Harianjogja.com, JOGJA-Kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang memberikan diskresi bagi anak di bawah 12 tahun masuk ke objek wisata berdampak pada kunjungan wisatawan di Jogja, salah satunya adalah Gembira Loka Zoo sebagai satu-satunya destinasi yang boleh melakukan uji coba pembukaan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.
Manjer Pemasaran Gembira Loka Zoo, Yosi Hermawan, mengatakan sejak adanya diskresi anak usia di abwah 12 tahun boleh masuk tempat wisata sangat berarti bagi Gembira Loka Zoo yang merupakan objek wisata keluarga. Mulai Sabtu (9/10/2021) lalu manajemen Gembira Loka membolehkan wisatawan yang membawa anak di bawah 12 tahun untuk masuk dari sebelumnya banyak tertolak.
“Sabtu kemarin lumayan banyak meskipun masih terbatas. Jumlah pengunjung di angka sekitar 1.000 orang,” kata Yosi, saat dihubungi Minggu (10/10/2021). Meski demikian masih ada pengunjung yang tertolak karena orang tuanya belum divaksin.
BACA JUGA: Anak di Gunungkidul Diduga Dihamili Ayah Tiri, Pelaku Masih Berkeliaran
Yosi mengatakan meski anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk Gembira Loka Zoo, namun syaratnya adalah orang tua atau pendamping sudah menjalani vaksin lengkap. Pihaknya tidak berani memasukkan pengunjung yang belum vaksin karena semua pengunjung wajib melakukan scan QR-Code Peduli Lindungi yang sudah disediakan di pintu depan.
“Banyak juga yang tertolak, seperti hari ini tadi kami terpaksa menolak satu rombongan bus sebanyak 50 orang tapi karena yang sudah vaksin baru 10 orang sehingga kami menolaknya,” ucap Yosi.
Meski masih ada pengunjung yang tertolak masuk, namun diakui Yosi adanya diskresi anak 12 tahun boleh masuk wisata tetap ada peningkatan. Jika dihitung sebelumnya yang masuk hanya 20% dan yang tertolak 80% saat ini kebalikannya, yang bisa masuk 80% dan yang tertolak sebanyak 20%.
Mulai pekan ini pihaknya juga memutuskan untuk buka di hari biasa atau weekday dari sebelumnya yang hanya buka saat akhir pekan atau Sabtu dan Minggu. Keputusan tersebut karena adanya kebijaan anak dibolehkan untuk masuk dengan pendamping yang sudah divaksin.
Meski sudah ada peningkatan pengunjung namun Yosi menyebut masih belum bisa menutup biaya operasional bulanan untuk pakan, obat dan perawatan hewan selama pandemi Covid-19. Dia mengatakan selama pandemi perawatan hewan menggunakan dana cadangan perusahaan yang besarannya Rp500 juta dalam sebulan.
“Terus terang selama pandemi sampai saat ini dana cadangan dari perusahaan tiap bulan, kita buka pun belum mengkaver semua, mungkin satu dua bulan cukup bagus tapi bulan lain bersyukur ada pengunjung,” ucap Yosi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.
Video viral terduga pelaku curanmor diamuk massa di Ponorogo. Polisi amankan pelaku dan lakukan penyelidikan lebih lanjut.
Simak jadwal Puasa Arafah 2026 lengkap dengan niat, keutamaan, dan penjelasan sunnah jelang Iduladha.