Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi/Antara-Oky Lukmansyah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY khawatir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak turun level dari 3 ke 2 lantaran bermunculannya klaster penularan Covid-19 di tengah kasus Covid-19 yang sedang melandai.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan klaster penularan akan mempengaruhi jumlah kenaikan kasus Covid-19. Angka positif akan memengaruhi bed occupancy rate (BOR). Positivity rate juga berpotensi naik.
BACA JUGA: Minta Penambangan Pasir Sungai Progo Disetop, Warga Nengahan Bantul Mengadu ke Kraton
Penilaian level PPKM adalah angka positif harian dalam sepekan, kemudian angka BOR, kematian, lalu positivity rate.
Muncul dua klaster penularan Covid-19 di Bantul, tepatnya di Kapanewon Sanden dan Kapanewon Bambanglipuro. Masing-masing klaster terdapat sembilan orang yang positif berdasarkan hasil tracing satgas setempat. Klaster penularan Covid-19 di Sanden berawal dari warga yang menengok orang yang sakit. Sementara di Bambanglipuro berawal dari salah satu peserta senam yang positif kemudian menularkan kepada orang lain.
Baskara Aji mengatakan dua klaster tersebut harus menjadi perhatian bersama. Dia meminta masyarakat tidak egois hanya memikirkan kesehatan sendiri tanpa memikirkan kesehatan orang lain. Orang yang sudah dinyatakan positif, meskipun orang tanpa gejala (OTG) seharusnya melakukan isolasi mandiri di rumah atau di selter, tidak boleh bertemu dengan orang lain.
“Ini saya kira salah besar bagi yang bersangkutan,” ucap Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (13/10/2021).
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY ini meminta satgas setempat melakukan tracing sampai selesai agar penularan Covid-19 dapat dikendalikan.
BACA JUGA: Selamat! 2 Atlet Gunungkidul Menyumbang Medali Perak untuk Kontingen DIY di PON 2020
Baskara Aji juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa saat ini Covid-19 di DIY belum musnah dan penularan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga protokol kesehatan harus diperhatikan dengan ketat, terutama penggunaan masker. Bahkan orang yang sudah divaksin dua kali pun diminta untuk tetap disiplin protokol kesehatan karena tidak ada jaminan orang sudah vaksin tidak tertular Covid-19.
Vaksinasi hanya meringankan rasa sakit ketika terjangkit Covid-19 bukan berarti kebal terhadap Covid-19. “Teman-teman penabalan nakes [satgas isoman] yang dibentuk kami minta untuk membantu mengubah perilaku masyarakat, sosialisasi perubahan perilaku melalui sekolah-sekolah dan pertemuan-pertemuan,” ujar Baskara Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Simak jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Kamis 5 November 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif sekali jalan Rp8.000.
TNI AL membenarkan pengerahan personel ke Jakarta. Total 20.980 prajurit direncanakan memperkuat pengamanan dan mengantisipasi situasi.
Pakar UII Yudi Prayudi menjelaskan fungsi LIMS dan pentingnya pengawasan hukum serta audit forensik dalam penyadapan.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menilai penetapan mantan petinggi Polri sebagai tersangka kasus penyadapan menjadi momentum pembenahan institusi.
Helikopter MI-17V5 jatuh saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Tanjung Puting. Dua kru meninggal dunia dan satu masih dicari.