Terima Bansos Saat Jadi PPPK, ASN Gunungkidul Kembalikan Rp1,5 Juta
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Pesta kembang api saat pembukaan PON XX Papua, Sabtu malam (2/10/2021). /Ist-Humas PB PON
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sedikitnya tujuh atlet di Gunungkidul ikut berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang berlangsung di Papua. Hasil dari pertandingan tersebut, dua atlet berhasil menyumbangkan medali perak untuk kontingen DIY.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Jarot Budi Santoso mengatakan, di ajang PON Papua ada tujuh atlet Gunungkidul yang mewakili kontingen Provinsi DIY. Ketujuh atlet ini meliputi cabang olahraga balap motor dua orang. Sedangkan untuk atletik, panahan, sambo, hapkido dan taekwondo masing-masing satu atlet.
Menurut dia, seluruh atlet sudah bertanding. Adapun hasilnya ada dua atlet yang berhasil meraih medali perak. Keduanya berasal dari cabang olahraga jalan cepat dan sambo. “Semua sudah bertanding sehingga tidak ada lagi potensi menambah peroleh pundi-pundi medali untuk kontingen DIY,” kata Jarot, Rabu (13/10/2021).
Dia pun mengaku bangga dengan torehan prestasi atlet Gunungkidul di ajang olahraga nasional yang berlangsung setiap empat tahun sekali ini. Hasil itu dijadikan motivasi untuk meningkatkan prestasi atlet-atlet yang selama ini dibina. “Yang ditunjukkan para atlet sudah maksimal dan tentunya kami akan terus melakukan pembinaan agar olahraga di Gunungkidul bisa makin berkembang dan prestasinya terus dapat ditingkatkan,” katanya.
Disinggung mengenai atlet jalan cepat 20 kilometer, Indah Puspita Sari asal Kapanewon Playen yang meraih medali emas, Jarot mengakui atlet ini memang kelahiran Gunungkidul. Meski demikian, ia tercatat sebagai atlet dari Kota Jogja karena tidak ikut pembinaan di Gunungkidul. “Latihannya ikut KONI Kota Jogja dan Gunungkidul hanya sebagai tempat tinggal,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Irfan Ratnadi memberikan apresiasi terhadap atlet yang telah menyumbang medali untuk kontingen DIY. Sesuai dengan yang disampaikan saat akan pemberangkatan, dia mengakui akan ada apresiasi kepada atlet berprestasi.
BACA JUGA: Laka Maut di Kulonprogo, 2 Perempuan Muda Tewas Seketika
Meski demikian, Irfan belum bisa memberikan detail penghargaan yang akan diberikan. “Pastinya belum ada informasi, tapi tetap akan ada penghargaan yan diberikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
AHY mengecam dugaan penyadapan ilegal yang dinilai mengancam demokrasi, keamanan negara, dan privasi masyarakat.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengungkap kerentanan jaringan 2G dan pentingnya pengawasan sistem LIMS untuk mencegah penyadapan ilegal.
Satpom Lanud Adisutjipto mengajak masyarakat tidak takut melapor jika menghadapi persoalan yang melibatkan anggota TNI AU.
Kemenkes mendistribusikan 3,8 juta masker, oksigen, obat-obatan, dan tenaga kesehatan untuk tujuh provinsi terdampak kabut asap karhutla.
Simak jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Kamis 5 November 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif sekali jalan Rp8.000.