Fenomena Api Seyegan Ternyata Bukan Gas Alam, Ahli Serahkan ke Polisi
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Pembangunan Pasar Turi, Bambanglipuro, Bantul, pada Kamis (14/10/2021)./Istimewa-Disdag Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan Pasar Turi di Kapanewon Bambanglipuro saat ini telah mencapai 70%, dan diharapkan selesai pada akhir November. Menjelang selesainya revitalisasi, Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul menjamin seluruh pedagang yang sebelumnya menempati pasar akan mendapat tempat setelah pembangunan rampung.
Kepala Disdag Bantul Sukrisna Dwi Susanta menjelaskan saat ini progres pembangunan Pasar Turi telah mencapai 70 persen. “Sekitar 70 persen ini meliputi pembangunan atap, tempat sampah, sepatuh los juga sudah dikeramik. Pekerjaan tinggal menyisakan di sisi timur pasar," kata Sukrisna di sela-sela pengecekan pembangunan pasar, Kamis (14/10/2021).
BACA JUGA: Telan Anggaran Rp32 M, Field Research Center UGM di Kulonprogo Digadang-gadang Jadi Pusat Riset
Menurut Sukrisna, saat ini bentuk utuh bangunan sudah hampir jadi, tinggal menyisakan pengecatan dan penyelesaian kios yang berada di bagian depan. “Insyaallah akhir November kelar," ujarnya.
Sukrisna menegaskan dari hasil pengecekan yang dilakukan, proyek revitalisasi Pasar Turi ini sudah sesuai dengan rancangan awal. Demikian juga dengan kualitas pengerjaan bangunan. Meski demikian, Sukrisna masih menyoroti sejumlah bagian seperti saluran air limbah dari los ikan dan daging. Ia berharap elevasi saluran air limbah dapat berjalan lancar dan tidak tersumbat.
"Air limbah dari los ikan dan daging harus mengalir lancar keluar. Kami sudah menyampaikan kepada pelaksana proyek terkait dengan hasil evaluasi yang kami temukan," katanya.
Sukrisna menjamin semua pedagang Pasar Turi akan mendapat tempat. "kami menjamin semua pedagang bisa masuk ke dalam bangunan pasar. Berdasar data, jumlahnya ada sekitar 200 pedagang," ujarnya.
Revitalisasi Pasar Turi ini diharapkan membuat pasar menjadi lebih representatif untuk jual beli. Sebelumnya, Pasar Turi terdiri dari sejumlah bangunan gubuk. "Sebelumnya bangunan pasar kurang representatif," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Perpres ojol resmi terbit, potongan aplikasi maksimal 8 persen mulai Juli 2026, driver dapat perlindungan lebih kuat.
Pemerintah siapkan peluncuran GovTech Oktober 2026, integrasi 27 ribu aplikasi dan dukungan AI untuk layanan publik..
Kulonprogo salurkan bantuan alsintan untuk petani, tekan biaya produksi dan tingkatkan hasil panen.
Prediksi Pantai Gading vs Norwegia di 32 besar Piala Dunia 2026, duel Haaland vs Pepe, lengkap susunan pemain.
Presiden Prabowo akan pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Polri tampilkan parade hingga alutsus.