Tak Main-Main, Kustini Akan Menutup Sekolah jika Ada yang Kena Covid-19

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
14 Oktober 2021 20:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten Sleman tidak segan-segan bertindak tegas jika ditemukan kasus Covid-19 di saat pembelajaran tatap muka (PTM). Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo akan menutup kegiatan PTM jika ada siswa yang terpapar virus tersebut. 

"Jika nanti ditemukan kasus positif satu orang siswa saja, [PTM] di sekolah itu akan kami tutup dahulu. Ditutup tiga hari untuk dilakukan sterilisasi," kata Kustini, Kamis (14/10/2021).

Kebijakan tersebut akan diambil agar kegiatan PTM tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan dan untuk melokalisir penanganan secara optimal. "Kalau ada siswa positif, maka PTM di sekolah itu akan ditutup kemudian dilakukan 3T untuk memastikan ada klaster atau tidak," lanjut dia.

Terkait waktu penutupan nantinya akan disesuaikan dengan temuan kasus. "Kalau [PTM] ditutup semuanya se-Sleman tidak mungkin. Yang penting bagaimana mitigasinya dilakukan dengan benar agar Covid-19 di sekolah tidak menjadi phobia," tambah Kustini.

Dilanjutkan Kustini, sejauh ini pelaksanaan PTM di Sleman diawasi oleh Dinas Pendidikan dan pemangku kepentingan di masing-masing wilayah.  Pengawasan dilaksanakan untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik di setiap sekolah.

"Minggu depan juga akan dilaksanakan swab sampling. Agar kami tahu ada kasus atau tidak. Harapannya tidak ada kasus ya, dan PTM tidak ada yang ditutup," kata Kustini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana akan melakukan sampling testing swab kepada siswa dan guru di lingkungan sekolah yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini guna memastikan kesehatan semua pihakn yang berada di sekolah.

Untuk kegiatan sampling swab, Disdik sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Direncakan sejumlah guru dan siswa akan menjalani testing itu dengan swab antigen. "Sampling swab itu bertujuan untuk memastikan kesehatan siswa dan guru. Hanya untuk memastikan kesehatan saja kondisi kesehatannya" kata Ery.

Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan uji swab bagi guru dan siswa akan dilakukan secara rundom. Meskipun begitu, idealnya yang diuji swab minimal 5% dari jumlah siswa yang mengikuti kegiatan PTM.