Mengenal Dalang Cilik Alby: Berguru Secara Virtual dengan Ki Seno Nugroho

Alby Ersani Widyaputra saat memainkan wayang di rumahnya, Senin (11/10/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
16 Oktober 2021 15:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penampilan dalang cilik Alby Ersani Widyaputra sempat memukau Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat kunjungannya ke Jogja, beberapa waktu lalu. Bahkan Sandiaga sempat berjanji mengajaknya mendalang ke Amerika Serikat. Bagaimana keseharian Alby? Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Sirojul Khafid.

Salah satu acara di stasiun televisi JogjaTV menjadi pertemuan awal Alby Ersani Widyaputra dengan wayang. Memasuki umur tiga tahun, orang tuanya juga mengenalkan wayang pada anaknya.

Hari demi hari Alby banyak menghabiskan waktunya menonton pertunjukan wayang. Bahkan tidak jarang, saat dia sudah tertidur, kemudian ayahnya menonton acara wayang di JogjaTV, Alby seketika itu bangun dan menonton.

Memasuki umur enam tahun, Alby mulai belajar mendalang. Satu-satunya guru yang membimbingnya mendalang adalah Youtube. Jam demi jam Alby habiskan untuk menonton wayang di Youtube, terutama pertunjukan dari Ki Seno Nugroho. Dalang Ki Seno ini pula yang menjadi guru virtual Alby.

“Belajarnya dari pertunjukan Ki Seno Nugroho di Youtube. Dari mulai tahu wayang, ya Ki Seno,” kata Alby yang mengidolakan tokoh wayang Kresna, Senin (11/10/2021).

“Pertunjukan wayang Ki Seno lucu, tidak ketinggalan zaman, bisa diikuti, dan bisa ngelawak. Tidak terlalu pakem, bisa mengikuti generasi yang muda.”

Seiring berjalannya waktu, kemampuan mendalang Alby semakin berkembang. Dalam beberapa acara di kampung seperti Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Alby seringkali menampilkan kemampuan mendalangnya. Sebagai dalang cilik, Alby lebih sering menjadi pembuka untuk dalang utama. Ia bisa pentas sekitar 30 menit-45 menit.

Pertunjukan yang lebih besar dia peroleh saat festival dalang di Pendopo Taman Siswa. Kala itu Alby masih kelas satu SD. Dari 12 peserta, dia menjadi juara ke-2. “Dulu masih grogi, bolak-balik toilet terus,” kata Alby yang saat ini duduk di kelas III di SD Gedong Kuning. “Tapi makin ke sini sudah tidak grogi lagi,” ujarnya.

Setelah itu, pentas demi pentas Alby lakoni termasuk di Taman Budaya Yogyarta dalam Festival Dalang Cilik dan Remaja. Dalam acara tersebut, dia mendapat juara lima tingkat Provinsi DIY. Dari sekian pentas, ada salah satu pentas yang berkesan. Saat kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ke Jogja pada 8 Oktober 2021, Alby berkesempatan tampil membuka acara.

Tidak hanya tampil, Alby bahkan secara khusus membuat wayang karton dengan karakter Sandiaga. Setelah acara, wayang tersebut dia serahkan. Sandiaga terlihat menikmati pentas wayang dari Alby.

Ia bahkan memberikan ponsel sebagai penunjung proses belajar serta seperangkat wayang Pandawa Lima. Wayang seharga Rp10 juta ini dia pesankan dari salah satu Usaha Kecil Menengah di Jogja.

Tidak hanya itu, Sandiaga juga sempat berjanji menggandeng Alby untuk tampil di acara nasional maupun internasional. "Potensinya luar biasa, saya terpikir untuk mengajaknya mendalang ke luar negeri ya, mungkin di Washington DC, bersama keluarganya tentu," katanya. “Kami support penuh, karena kecintaannya pada wayang luar biasa, dan ingin melestarikannya," katanya.

Ayah Alby, Sapto Widyatmoko mengaku kaget dengan apresiasi Sandiaga. Sejauh ini memang belum ada tawaran konkret untuk tampil di luar negeri seperti janji Sandiaga, tetapi dia akan menunggu perkembangan selanjutnya. “Nanti terealisasi atau tidaknya kita tunggu saja,” kata Sapto. “Sejauh ini belum pernah tampil di luar Jogja.”

Apabila ada tawaran untuk tampil di luar negeri, Alby akan menerimanya. “Mau kalau diajak [mendalang] ke luar negeri,” kata Alby.

Butuh Ruang Lebih

Setelah beberapa tahun belajar autodidak di Youtube, kini Alby belajar di sanggar yang berada di Gedongkiwo, Jogja. Seminggu sekali dia mengasah keahliannya dalam mendalang. Salah satu yang Alby rasa paling susah terkait dengan gerakan wayang saat perang.

Meski sudah mendalang sejak beberapa tahun lalu, Alby belum pernah merasa bosan. Saat tidak mendalang, dia juga membuat wayang menggunakan kertas karton. Beberapa karakter yang dia buat merupakan kreasinya sendiri.

Kini Alby berharap ruang untuk pertunjukan wayang lebih banyak, terutama dari Pemerintah Kota Jogja. “Harapannya dalang cilik diperhatikan oleh pemerintah,” kata Sapto. “Support yang dibutuhkan seperti ruang untuk berkarya, dan bisa menampilkan karya agar bisa menginspirasi teman-teman sebaya,” ujar Alby.

Tidak hanya mengikuti pertunjukan melalui Youtube, Alby juga sering datang di pertunjukan wayang Ki Seno Nugroho. Meski pertunjukan wayang bisa sampai berjam-jam dan selesai dini hari, Alby tidak pernah tertidur.

“Ketika Ki Seno gelaran pentas, Alby sering nonton,” kata Sapto. “Bapaknya yang justru enggak betah nonton, Alby bisa melek sampai pagi. Dari mau mulai sampai turun panggung, baru mau pulang,” katanya.

Meski tidak pernah berguru secara langsung, Alby merasa sangat dekat dengan Ki Seno. Maka tidak heran saat Ki Seno meninggal pada 3 November 2020, Alby cukup terpukul. Pada hari kematian itu, Alby tidak bisa tidur. Sapto yang tahu apabila anaknya mengidolakan Ki Seno membawa Alby menuju rumah duka.

“Saya ajak Alby untuk nganter [almarhum] dari rumah duka sampai pemakaman. Di sepanjang jalan, Alby nangis. Saya pakai motor dari Sedayu [rumah duka] sana, saya tempelkan terus sama mobil jenazahnya, nangis sepanjang jalan menuju pemakaman,” kata Sapto.

Bagi Alby, tampil untuk mendalang ke luar negeri mungkin salah satu pencapaian. Namun sebagai dalang, yang tumbuh dengan karya-karya Ki Seno, salah satu cita-cita Alby telah tercapai. Sebelum Ki Seno meninggal, Alby sempat mendalang untuk membuka pertunjukan Ki Seno. “Pas turun panggung, ngobrol sama minta tanda tangan. Pak Seno bilang ke saya, lucune wes kaya aku,” kata Alby.