Bupati Kustini: Pendidikan di Sekolah Harus Menangkap Paham Radikalisme

Ilustrasi belajar. - Pixabay
17 Oktober 2021 08:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Lembaga pendidikan Islam diminta untuk ikut meningkatkan kualitas pendidikan di Sleman. Selain itu, mereka juga dimint untuk ikut membendung gerakan radikalisme dan ekstrimisme yang merusak persatuan bangsa.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap pendidikan di Indonesia harus dapat menangkal dan menekan benih-benih ekstremisme, karena tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila yang disepakati pendiri bangsa sebagai dasar negara.

"Pendidikan di sekolah haruslah dapat menangkal paham-paham radikalisme yang dapat memecah persatuan," katanya di sela peresmian Gedung SMP Islam Terpadu Baitussalam di Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Sabtu (16/10).

SMP IT tersebut, kata Kustini merupakan cabang dari SDIT Baitussalam yang terletak di Kapanewon Prambanan. Ia berharap dengan kehadiran SMP IT tersebut di Cangkringan bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Sleman.

"Keberadaan lembaga pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan SDM yang unggul di Sleman, bahkan di Indonesia," harapnya.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Baitussalam KH. Abdul Hakim mengatakan pembangunan SMP IT ini merupakan harapan untuk mendirikan sekolah Islam terpadu yang berjenjang. Gedung SMP IT Baitussalam Cangkringan yang terdiri dari dua lantai dengan total biaya pembangunan Rp844 juta.

"Alhamdulillah di Prambanan sudah ada jenjang TK IT Baitussalam, SMP IT, dan SMA IT, dan kami berharap bisa mendirikan Universitas Baitussalam," katanya.

Hakim menjamin akan menerapkan pola pendidikan agama yang kuat sehingga mampu berakhlak dan berbudaya yang baik dan menjaga NKRI. "Hal ini sesuai dengan visi kami melahirkan generasi yang ahli Al-quran, berakhlak mulia, dan menjaga NKRI," katanya.